Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan pada Minggu (16/8) bahwa tembakan peringatan telah dilepaskan saat tentara Korea Utara melanggar garis demarkasi militer antara kedua negara.
Kantor berita Yonhap sebelumnya melaporkan pada Minggu bahwa tembakan peringatan telah dilepaskan pekan lalu, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru-baru ini, di Front Timur, pasukan Korea Utara melintasi garis demarkasi militer, yang mendorong militer kami untuk melepaskan tembakan peringatan sesuai prosedur operasional," kata pernyataan JCS, disiarkan Reuters, tanpa menyebutkan tanggal kejadian tersebut.
"Militer kami memantau pergerakan Korea Utara dengan cermat sambil mempertahankan kesiapan militer yang kuat," ujar JCS.
Yonhap menjelaskan insiden itu adalah pelanggaran garis demarkasi militer pertama yang dilaporkan Korea Utara tahun ini dan bahwa para tentara kemungkinan sedang berpatroli di daerah tersebut ketika mereka melintasi garis demarkasi militer.
Pasukan Korea Utara melanggar garis tersebut 17 kali tahun lalu, kata Yonhap.
Secara teknis, kedua Korea masih dalam keadaan perang setelah perang tahun 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.
(fea)

6 hours ago
5

















































