Langka, Akademisi Terkenal AS Dituntut usai Dinilai Hina Raja Thailand

16 hours ago 2

CNN Indonesia

Jumat, 04 Apr 2025 14:50 WIB

Akademisi terkemuka AS di Thailand Paul Chambers menghadapi tuntutan usai dinilai menghina Raja Maha Vajiralongkorn. Akademisi terkemuka AS di Thailand Paul Chambers menghadapi tuntutan usai dinilai menghina Raja Maha Vajiralongkorn. (Foto: AFP/SUKHUM PREECHAPANICH)

Jakarta, CNN Indonesia --

Akademisi terkemuka Amerika Serikat di Thailand Paul Chambers menghadapi tuntutan usai dinilai menghina Raja Maha Vajiralongkorn. Ini merupakan kasus langka hukum lese majeste menyasar warga negara asing.

Polisi kerajaan mengajukan pengaduan terhadap Chamber yang merupakan pengajar di Universitas Naresuan karena komentar dia saat diskusi online.

"[Chambers dituduh] menghindar atau menunjukkan kebencian terhadap raja, ratu, pewaris takhta, atau wali kerajaan," demikian surat panggilan polisi Thailand pada Jumat (4/4) yang ditinjau AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga dianggap "menyebarkan data palsu yang bisa mengancam keamanan nasional."

Chambers mengatakan tuduhan itu bermula dari pernyataan yang dibuat saat webinar pada 2024 lalu. Ketika itu, dia membahas hubungan militer Thailand dan monarki selama sesi tanya jawab.

"Saya yakin saya orang non-Thailand pertama dalam beberapa tahun terakhir yang menghadapi tuduhan ini," ungkap dia.

Meski merasa terintimidasi, Chambers merasa mendapat banyak dukungan dari rekan-rekan dia di universitas dan kedutaan AS.

Raja Thailand selama ini memang anti-kritik. Bagi siapa saja yang dianggap menghina atau bahkan mengkritik bisa dihukum hingga 15 tahun penjara.

Pengkritik bisa dikenai pasal 112 dalam undang-undang pencemaran nama baik kerajaan. Para pengamat menilai cara ini sebagai upaya kerajaan membungkam perbedaan pendapat.

(isa/asa)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |