CNN Indonesia
Minggu, 30 Nov 2025 17:10 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Jakarta, CNN Indonesia --
Venezuela mengecam pengumuman sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyatakan bahwa wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela akan dianggap ditutup "secara keseluruhan".
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (29/11), Kementerian Luar Negeri Venezuela mengatakan pernyataan Trump itu sama dengan "ancaman kolonialis".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Venezuela mengecam dan mengutuk ancaman kolonialis yang berupaya memengaruhi kedaulatan wilayah udaranya, yang merupakan agresi yang berlebihan, ilegal, dan tidak beralasan terhadap rakyat Venezuela," demikian pernyataan Kemlu Venezuela, dilansir Al Jazeera.
Kecaman Venezuela muncul setelah Trump di platforn Truth Social mengimbau kepada maskapai penerbangan untuk tak melintas di atas wilayah udara Venezuela.
"Kepada semua maskapai penerbangan, pilot, pengedar narkoba, dan perdagangan manusia, mohon pertimbangkan WILAYAH UDARA DI ATAS DAN DI SEKITAR VENEZUELA UNTUK DITUTUP SELURUHNYA," tulis Trump di Truth Social.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah meningkatnya retorika para pejabat pemerintah AS terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan pemerintahannya.
Pemerintah Trump mengatakan pihaknya menargetkan Venezuela sebagai bagian dari upaya memerangi perdagangan narkoba.
Namun para ahli dan pengamat hak asasi manusia menilai tindakan Washington hanyalah dasar dari upaya secara tidak sah menyingkirkan Maduro dari kekuasaan.
Baru-baru ini AS mengerahkan kapal induk ke Karibia dan melakukan serangkaian pengeboman mematikan terhadap kapal-kapal yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba.
Awal pekan ini Trump juga memperingatkan bahwa ia akan segera mulai menargetkan perdagangan narkoba Venezuela melalui darat. Namun Maduro membalas dengan mengatakan rakyat Venezuela tidak akan diintimidasi.
Agustus lalu, AS menawarkan hadiah sebesar US$50 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro, kemudian meningkatkan penawaran itu dua kali lipat dari jumlah sebelumnya.
AS juga menetapkan "Cartel de los Soles" yang diklaim dipimpin oleh Maduro, sebagai organisasi "teroris".
(dna)

10 hours ago
8
















































