CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 15:05 WIB
Posisi Nicolas Maduro akan digantikan Delcy Rodriguez sebagai penjabat Presiden Venezuela. (AFP/PEDRO MATTEY)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menyebut langkah Amerika Serikat menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sebagai tindakan pengecut.
"Ini penculikan yang pengecut. Amerika Serikat membunuh pengawal presiden dengan kejam," ujar Padrino dikutip dari Al Jazeera, Senin (5/1).
Padrino kemudian mendukung putusan Mahkamah Agung menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang juga menjabat sebagai menteri perminyakan, sebagai penjabat presiden Venezuela selama 90 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Padrino meminta seluruh masyarakat Venezuela untuk beraktivitas seperti biasa. Padrino menyebut Maduro tetap menjadi presiden Venezuela yang sesungguhnya.
"Saya menyerukan kepada rakyat Venezuela untuk melanjutkan semua jenis aktivitas mereka, baik ekonomi, pekerjaan, maupun pendidikan, dalam beberapa hari mendatang. Negara harus mengikuti jalur konstitusionalnya," ucap Padrino.
Trump sendiri sudah mengeluarkan ancaman untuk Rodriguez. Trump mengancam Rodriguez akan membayar 'harga yang sangat mahal' jika dia tidak bekerja sama dengan Washington.
"Jika dia [Rodriguez] tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro," kata Trump kepada The Atlantic dalam sebuah wawancara telepon.
Pasukan AS menyerang Caracas, Sabtu (3/1) dini hari, membom target militer dan menculik Maduro dan istrinya untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba federal di New York.
Maduro dijadwalkan hadir pada sidang perdana di pengadilan federal Manhattan pada Senin (5/1) siang waktu New York.
(har)

1 day ago
11















































