Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengumumkan Tel Aviv akan mencaplok wilayah Gaza, Lebanon hingga Suriah.
Ia juga menyebut akan menghapus Palestina yang kemerdekaannya mulai diakui banyak negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Smotrich menyebut Israel ingin memperluas perbatasan ke Jalur Gaza di Palestina, Lebanon, dan Suriah.
"Kita selalu bicara soal bagian militer dan kemudian bagian politik, dan ada orang-orang yang mengkritik kita, mengatakan hanya ada prestasi militer tanpa komponen politik," kata dia saat pidato di acara pembukaan pemukiman baru, Kamis (9/4), dikutip Middle East Monitor.
"Akan ada komponen politik di Gaza untuk memperluas perbatasan kita, komponen lain yang akan meluas ke Lebanon hingga Sungai Litani di perbatasan yang bisa dipertahankan, dan komponen ketiga yang akan meluas ke Suriah, berakhir di puncak Gunung Beit She'an dan setidaknya zona keamanan," imbuh dia.
Sederet langkah itu lah, kata Smotrich, yang dibutuhkan Israel untuk memperkuat keamanan negara.
Lebih lanjut, menteri ekstremis sayap kanan ini turut menyinggung soal Tepi Barat dan kembali menggemakan penghapusan Negara Palestina.
"Kita berada di tahap diplomatik terakhir di Tepi Barat yang akan sepenuhnya menghilangkan gagasan negara Palestina," kata Smotrich.
Dia lalu sesumbar bahwa Israel berdiri karena kekuatan militer dan kemauan politik berdasarkan keyakinan dan kecintaan terhadap tanah air.
Pernyataan Smotrich muncul saat pasukan Israel terus menggempur secara membabi buta wilayah di Lebanon sejak 2 Maret. Akibat serangan itu, korban tewas mendekati 2.000 jiwa.
Israel juga meluncurkan agresi brutal ke Jalur Gaza dari Oktober 2023 dan menduduki Tepi Barat sejak lama.
Di tengah agresi tersebut, Israel juga beberapa kali meluncurkan serangan ke Suriah dengan dalih membantu komunitas Druze di sana. Kedua negara ini juga kerap berkonflik soal Dataran Tinggi Golan.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
7















































