Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menjadi sorotan terkait keberadaannya yang belum juga muncul ke publik dan buka suara menyusul kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada Rabu (8/4).
Padahal, dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Mehr News Agency, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata itu disepakati atas persetujuan Khamenei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kantor berita Iran itu tak menjelaskan detail soal respons dan pernyataan Khamenei.
Sejauh ini, Khamenei juga belum buka suara terkait gencatan senjata yang Iran baru sepakati tersebut. Padahal, banyak pihak menilai gencatan senjata merupakan kemenangan Iran lantaran akhirnya Presiden Donald Trump mau menyetujui menunda serangan dan menerima 10 poin tuntutan Teheran.
Tanda tanya keberadaan Khamenei makin besar setelah sejumlah laporan menyebut pemimpin tertinggi Iran itu tengah dalam kondisi mengkhawatirkan.
Mengutip memo diplomatik berdasarkan intelijen AS, The Times melaporkan Khamenei dalam kondisi krisis dan sedang menjalani perawatan intensif di kota suci Syiah, Qom.
Memo itu menyatakan Khamenei tidak sadarkan diri dan berada dalam kondisi kritis, sehingga ia tidak dapat mengambil keputusan rezim. Namun, informasi itu belum dapat dikonfirmasi langsung ke pihak Iran.
Memo itu disebut dibagikan kepada negara sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk. Memo itu menjadi dokumen pertama yang memberitahukan lokasi Khamenei yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan.
Dilansir The Jerusalem Post, kondisi Khamenei ini pun makin menimbulkan pertanyaan terkait ketidakpastian siapa yang memimpin Iran.
Khamenei sendiri belum pernah muncul ke publik secara langsung sejak menggantikan sang ayah Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Meski para pejabat Iran bersikeras menyatakan Khamenei tetap memegang kendali sebagai pemimpin tertinggi, keberadaannya yang belum juga muncul ke publik memicu spekulasi ada pihak lain yang menguasai dijalankan oleh pihak lain.
Khamenei juga dilaporkan tidak mampu menjalankan kepemimpinan sejak selama beberapa pekan terakhir.
Hal tersebut pun memicu pertanyaan soal kemungkinan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang sekarang mengambil alih kendali pemerintahan secara de facto.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa dua pernyataan yang dikaitkan dengan Khamenei telah disiarkan di televisi pemerintah Iran sejak perang dimulai.
Tetapi tidak ada audio atau video yang menunjukkan Khamenei yang berbicara langsung.
Sejauh ini, Khamenei beberapa kali mengeluarkan pernyataan via akun X-nya. Terakhir, Khamenei mengunggah tweet pada Selasa (7/4) soal ucapan belasungkawa terhadap kematian bos badan intelijen Mayor Jenderal Sayyid Majid Khademi, yang tewas dalam serangan AS-Israel baru-baru ini.
Namun, kicauan itu juga tak dapat memastikan apakah datang langsung dari Khamenei atau tidak.
Ketidakhadiran Khamenei secara langsung ini pun memperkuat asumsi bahwa kondisinya tidak baik-baik saja.
Sementara itu, dalam memo yang sama, otoritas Iran sedang mempersiapkan makam mendiang Ali Khamenei di Qom. Jika benar, ini berbeda dari pengumuman pemerintah Iran sebelumnya yang menyebut pemakaman Ali Khamenei akan berlangsung di Teheran.
Penundaan penyelenggaraan pemakaman kenegaraan juga memunculkan tanda tanya.
Otoritas Iran sebelumnya menyatakan bahwa upacara ditunda karena perkiraan jumlah pelayat yang sangat besar. Namun, ketidakpastian yang berlarut-larut memicu sorotan, mengingat dalam tradisi Syiah, pemakaman biasanya dilakukan sesegera mungkin setelah kematian.
Kota Qom sendiri telah memainkan peran sentral dalam dinamika suksesi pasca wafatnya Ali Khamenei. Pada awal Maret, serangan Israel di Qom menghantam gedung tempat Majelis Ahli, badan beranggotakan 88 ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi, dilaporkan tengah bersidang untuk menentukan pengganti Khamenei.
Peristiwa tersebut menegaskan posisi strategis Qom, baik dalam proses suksesi ulama maupun dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
7















































