Mojtaba Khamenei Buka Suara soal Trump Beri Sanksi Ekonomi atas Iran

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei merespons langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (28/8) bertepatan dengan peringatan Pekan Pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS diketahui baru saja meluncurkan kampanye bertajuk Operation Economic Outcast pada Senin lalu. Langkah ini diambil setelah Washington dinilai gagal mencapai tujuan perangnya terhadap Teheran.

Menyikapi sanksi tersebut, Mojtaba menyoroti urgensi untuk segera mengatasi tantangan ekonomi, terutama masalah inflasi.

Ia meminta pemerintah fokus meningkatkan produksi, mengakhiri peran dolar, dan memusatkan perhatian pada kebijakan ekonomi perlawanan.

"Kunci untuk menyelesaikan semua persoalan di bidang ini terletak pada ketergantungan sebesar mungkin terhadap produksi dalam negeri," ujarnya dikutip dari Mehr pada Minggu (30/8).

Menurut dia, apabila kapasitas produksi dalam negeri belum mencukupi, langkah impor harus dilakukan secara tepat dan bijaksana.

Mojtaba mengakui manuver musuh Iran selama perang dan setelahnya tetap memberikan dampak.

Namun, pengelolaan cerdas yang melibatkan masyarakat dan ahli serta mengaktifkan kapasitas-kapasitas baru dinilai akan membawa Iran menuju perluasan kegiatan dan pembangunan.

"Musuh bebuyutan bangsa ini berusaha menyampaikan bahwa jalan menuju pembangunan dan kemajuan terletak pada mengikuti mereka dan memenuhi tuntutan mereka yang tidak masuk akal," ujar Mojtaba.

Ia menilai rekam jejak musuh terhadap Iran di masa lalu justru menunjukkan fakta yang sebaliknya.

"Padahal, melihat apa yang telah mereka lakukan terhadap negara ini dan sumber dayanya pada masa lalu, bahkan bertahun-tahun sebelum Revolusi Islam, menunjukkan hal yang sebaliknya," ujar Mojtaba.

Penerapan teknologi dan inovasi dari kelompok elite muda juga menjadi sorotan penting.

Menurut dia, dalam situasi tertentu, pemanfaatan keunggulan tersebut secara tepat waktu serta meninggalkan prosedur dan kebiasaan yang sudah berlaku dapat menghasilkan lompatan efektif dalam perjalanan kemajuan dan perkembangan negara.

Mojtaba menegaskan Iran telah menunjukkan ketangguhan sejati selama enam bulan terakhir dalam menghadapi agresi AS dan Israel.

Oleh karena itu, rakyat disebut berhak mendapatkan pelayanan optimal dari pemerintah.

Ia pun memuji kinerja pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian yang dinilai mampu menangani kebutuhan masyarakat di tengah agresi, sekaligus menyerukan penguatan persatuan nasional.

Dia mengapresiasi upaya para pegawai dan pejabat aktif di lembaga-lembaga pemerintahan, terutama Presiden Pezeshkian yang disebutnya "tulus dan penuh perhatian".

"Secara khusus, saya memuji langkah-langkah yang layak mereka ambil, meskipun menghadapi berbagai pembatasan dan rencana musuh Amerika-Zionis, serta meningkatnya sanksi dan blokade," ujar Mojtaba.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan barang, layanan masyarakat, perbaikan infrastruktur yang rusak, hingga pengelolaan energi nasional.

Di sisi lain, Mojtaba menekankan menjaga persatuan dan melindungi kohesi sosial masyarakat menjadi prioritas mendasar.

Ia mengingatkan setiap pernyataan atau dikotomi buatan yang melemahkan semangat nasional berpotensi merugikan rakyat.

"Tidak diragukan lagi, setiap pernyataan yang melemahkan semangat nasional dan publik, serta segala bentuk dikotomi yang dibuat-buat-seperti perang atau negosiasi, konsensus atau ekstremisme, kompromi atau penghasutan perang-yang pada masa lalu menimbulkan kerugian langsung maupun tidak langsung bagi rakyat tercinta kita, dapat menimbulkan dampak yang sama mulai sekarang," ujar Mojtaba.

"Oleh karena itu, saya dengan tegas menyatakan bahwa melakukan tindakan apa pun yang merusak kohesi sosial adalah dilarang," lanjutnya.

Sektor budaya, pendidikan, dan pengasuhan juga didorong menjadi prioritas lintas sektor pemerintah dalam seluruh strategi pemerintah.

Menurut dia, perhatian khusus harus diberikan kepada guru, dosen, perawat serta dokter yang bekerja di lembaga-lembaga publik, hingga ibu rumah tangga.

Mojtaba menilai mereka memainkan peran penting dalam membentuk masa depan budaya negara melalui pengasuhan anak-anak mereka.

Ia berharap penerapan berbagai poin tersebut dapat membawa Iran menuju "Iran yang semakin kuat".

Adapun berdasarkan laporan Press TV, peringatan Pekan Pemerintah ini digelur tahunan untuk mengenang Presiden Mohammad Ali Rajai dan Perdana Menteri Mohammad Javad Bahonar yang tewas dalam pengeboman pada 30 Agustus 1981 silam.

Mojtaba juga mengenang para pemimpin yang telah gugur, termasuk Rajai, Raeisi, Bahonar, beserta jajaran pejabat pemerintahan lainnya.

Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada Ayatollah Seyyed Ali Khamenei yang pernah menjabat sebagai presiden selama hampir dua periode.

(dhz/bac)

placeholder

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |