Netanyahu Ancam Gempur Gaza Lagi Cuma Gegara Layang-layang dan Balon

21 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan meningkatkan operasi militer di Jalur Gaza, Palestina, setelah sejumlah layang-layang yang diduga berasal dari Gaza terbang memasuki wilayah Negeri Zionis.

Dalam pernyataan bersama dengan Menteri Pertahanan Israel Katz, Netanyahu menuduh layang-layang tersebut dioperasikan oleh kelompok milisi Hamas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Israel memperingatkan Hamas jika peluncuran ke arah Israel tidak segera dihentikan, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan mengambil tindakan untuk mengintensifkan operasi yang ditargetkan terhadap mereka yang bertanggung jawab ... dan akan mengevakuasi penduduk dari daerah-daerah tempat layang-layang, drone, dan balon diluncurkan," demikian pernyataan Netanyahu pada Minggu (23/8), seperti dikutip AFP.

Setidaknya empat layang-layang terbang dari Gaza ke Kibbutz Nahal Oz selama akhir pekan kemarin. Militer menyebut tidak ada hal mencurigakan pada layang-layang tersebut, dan tidak ada pula bahaya bagi masyarakat.

Kendati begitu, banyak pihak mengaitkan layang-layang tersebut dengan layang-layang dan balon Gaza yang membawa alat pembakar yang pernah mendarat di Israel selatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Israel, Hamas sengaja meluncurkan layang-layang tersebut untuk menguji bagaimana Israel akan merespons.

Hamas telah membantah soal layang-layang tersebut. Hamas menyatakan layang-layang itu murni "mainan anak-anak" di kamp pengungsian Gaza.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan Israel menggunakan layang-layang ini sebagai dalih untuk meluncurkan serangan baru ke Gaza.

"Ancaman-ancaman ini didasarkan pada dalih yang dibuat-buat dan merupakan upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami," kata Qassem, seperti dikutip The Times of Israel.

Dia menambahkan, "Kami menyerukan kepada pemerintahan AS, negara-negara mediator, dan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk menghentikan agresi tanpa kendali terhadap rakyat kami dan penghancuran kerangka kerja gencatan senjata."

(blq/dna)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |