Netanyahu Digosipkan Derita Kanker Darah sampai Kritis, Apa Benar?

10 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi perbincangan di media sosial usai sejumlah laporan menuturkan kondisinya kritis pasca didiagnosa menderita kanker darah.

Rumor kondisi kesehatan Netanyahu itu ramai diperbincangkan di media sosial sejak Selasa (17/2) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PM Israel Netanyahu dalam kondisi kritis. Ia didiagnosa kanker darah kemarin," demikian twit salah satu akun di X.

Kondisi kesehatan Netanyahu sejak lama simpang siur terutama setelah dia dilaporkan menjalani serangkaian tes kesehatan.

Pada 2025, dokter Netanyahu akhirnya merilis laporan medis mengenai kondisi sang PM beserta perawatan yang sedang dan pernah dijalaninya.

Berdasarkan laporan tersebut, Netanyahu secara umum memiliki kondisi prima. Kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darahnya normal, serta berbagai hasil tes laboratorium, termasuk fungsi hati dan ginjal, semuanya dalam kisaran normal.

Laporan yang dipublikasi The Jerusalem Post itu juga merinci tentang pemasangan alat pacu jantung di tubuh Netanyahu pada Juli 2023. Rekam medis mengonfirmasi Netanyahu berada dalam pengawasan kardiologi secara berkala.

Kepala Arrhythmia Institute di Sheba Medical Center, Prof. Roy Beinart, mengatakan tidak ada tanda aritmia dan kondisi jantung lainnya pada Netanyahu berdasarkan hasil pemasangan alat pacu jantung.

Pemeriksaan terakhir pada November 2024 menyebut alat pacu jantung bekerja dengan baik di tubuh sang PM dan Netanyahu tidak tergantung pada alat itu.

[Gambas:Video CNN]

"Perdana Menteri betul-betul dalam kondisi jantung yang stabil dan tidak memerlukan perawatan apa pun selain pemeriksaan rutin, sebagaimana standar bagi semua pasien alat pacu jantung," kata Beinart.

Dalam laporan ini, disinggung pula soal operasi yang pernah dilakukan Netanyahu pada April 2024. Netanyahu kala itu menjalani operasi untuk memperbaiki hernia inguinalis kanan.

Sebelum operasi, Netanyahu menjalani pemeriksaan CT Scan seluruh tubuh yang mengungkapkan adanya pembesaran prostat, batu kandung kemih kecil, dan kondisi obstruktif di kandung kemih.

Kondisi ini pernah membuat Netanyahu kedapatan memiliki tonjolan di bagian kaki, yang kemungkinan besar karena kateter urinnya.

Lebih lanjut, laporan kesehatan Netanyahu juga mengungkap bahwa sang PM pernah menjalani pemeriksaan kolonoskopi secara teratur guna mendeteksi pertumbuhan prakanker di usus besarnya. Pemeriksaan kolonoskopi terbarunya saat itu menyatakan ia normal.

Laporan ini juga merinci tentang pengangkatan kelenjar prostat yang dijalani Netanyahu pada 29 Desember 2024. Dokternya kala itu mencatat bahwa prostat Netanyahu diangkat menggunakan teknologi laser dan bersifat jinak.

Meski begitu, ia disebut masih terus menderita infeksi saluran kemih dan masih menjalani perawatan dengan antibiotik.

(blq/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |