Paus Leo Serukan Perdamaian Dunia pada Malam Paskah di Vatikan

10 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Paus Leo XIV memimpin umat Katolik sedunia dalam Misa Vigili Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (4/4) malam.

Ia menyerukan agar manusia tidak terbius oleh luasnya konflik yang melanda dunia dan harus bekerja demi perdamaian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam khotbahnya, Paus Leo mengingatkan bahwa ketidakpercayaan dan ketakutan telah memutuskan ikatan antar manusia melalui perang, ketidakadilan, dan isolasi bangsa-bangsa.

"Jangan biarkan diri kita lumpuh!" seru Paus Amerika Serikat pertama itu, seperti dilansir Reuters.

Ia mengajak umat untuk meneladani para santo yang memperjuangkan keadilan agar karunia Paskah berupa harmoni dan damai dapat tumbuh dan berkembang di mana-mana.

Dalam misa yang menjadi perayaan terpenting dalam kalender Katolik ini, Paus Leo juga membaptis 10 orang dewasa yang baru masuk Katolik.

Pesan damai dan persatuan menjadi inti khotbah Paus Leo di hadapan ribuan jemaat di gereja terbesar umat Kristiani tersebut, meski ia tidak menyebutkan konflik spesifik apa pun selama ibadah tersebut. Namun selama ini, ia vokal mengkritisi perang AS-Israel melawan Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, Paus Leo makin lantang mengkritik perang di Iran. Minggu (29/3) lalu, ia menyatakan bahwa Tuhan menolak doa para pemimpin yang memulai perang dengan "tangan penuh darah."

Pada Selasa (31/3), ia secara langsung menyerukan kepada Presiden AS Donald Trump untuk mencari "jalan keluar" agar perang bisa diakhiri.

Washington D.C. sempat menanggapi pesan dari pemimpin umat Katolik Dunia tersebut terkait perang.

"Negara kita adalah negara yang didirikan hampir 250 tahun lalu, hampir sepenuhnya berdasarkan nilai-nilai Yudaisme-Kristiani. Kita sudah menyaksikan para presiden, para pemimpin Kementerian Perang, dan para tentara kita berdoa di masa-masa paling bergejolak dalam sejarah bangsa kita," kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dikutip dari Newsweek.

"Saya rasa tidak ada yang salah dengan para pemimpin militer kami atau dengan presiden yang menyerukan rakyat Amerika untuk berdoa bagi para anggota militer kita di luar negeri. Jika Anda berbicara dengan begitu banyak personel militer, mereka menghargai doa dan bahkan didukung para komandan militer serta kabinet," Leavitt menambahkan.

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |