Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan memberikan kejutan kepada seluruh dunia pada tahun depan.
Ia menyebut Indonesia takkan lagi menjadi raksasa yang tertidur. Pernyataan tersebut dilontarkan Prabowo di tengah ketidakpastian global saat Amerika Serikat dan Israel perang melawan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan kita akan buat kejutan untuk seluruh dunia, Indonesia sedang bangkit, this giant is waking up we will not be anymore a sleeping giant, we are rising (raksasa sedang bangkit dari tidurnya, kita tidak akan lagi jadi raksasa yang tidur, kita bangkit)," kata Prabowo dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersil berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).
Prabowo menyebut pertumbuhan Indonesia sangatlah baik.
Ia optimistis ke depannya Indonesia akan menjadi negara yang semakin kuat. Prabowo pun membantah narasi 'Indonesia Gelap' yang sempat mengemuka beberapa waktu lalu
"Yang bilang Indonesia gelap mungkin matanya yang kurang bagus. Matanya dan hatinya, ya kita mau diapain orang kalau hatinya tidak tulus, matanya buram ya Indonesia gelap, Indonesia tidak gelap, Indonesia sangat cerah," ucap Prabowo.
Pada kesempatan lain, Prabowo juga sudah menepis narasi Indonesia gelap yang sempat ramai di media sosial beberapa waktu lalu.
Ia menilai kondisi Indonesia saat ini justru cerah saat banyak negara susah.
"Saya percaya diri, enggak ada itu, bagi saya Indonesia gelap tidak ada, Indonesia cerah di saat banyak negara susah," kata Prabowo dalam Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).
Prabowo mengatakan keyakinannya itu didasarkan posisi Indonesia yang relatif aman dibanding negara lain jika terjadi perang dunia ketiga.
Ia menyinggung kondisi di Bali yang menurutnya menjadi salah satu indikator Indonesia aman.
"Kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Eh Indonesia termasuk papan atas loh. Sekarang kau ke Bali, lihat tuh berapa orang Rusia di situ, berapa orang Ukraina di situ," ujarnya.
(mnf/bac)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
5
















































