Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Emmanuel Macron mengatakan satu kebakaran hutan di barat daya Prancis telah berhasil dipadamkan, meski kebakaran lain yang jauh lebih besar di dekat Bordeaux terus berkobar.
Prancis dan Spanyol hingga kini masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan terburuk dalam sejarah, yang telah menghanguskan ratusan hektare hutan, menghancurkan sejumlah properti, hingga memaksa evakuasi ratusan ribu orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya memadamkan api ini dilakukan di tengah ancaman gelombang panas baru minggu ini, yang bisa mempersulit upaya pemadaman kebakaran.
"Beberapa minggu mendatang akan sulit dan kita harus bertahan," kata Macron saat berkunjung ke Bordeaux, seperti dikutip AFP.
Kebakaran besar hutan selama enam hari terakhir telah menghancurkan 42 ribu hektare lahan, memaksa 220 ribu orang mengungsi, dan menyebabkan 240 rumah hancur.
Macron menyebut kebakaran yang lebih kecil di kota Landes telah terkendali. Namun dia memperingatkan bahwa kebakaran itu "tetap ganas" dan penduduk harus waspada dalam beberapa jam dan hari mendatang.
"Hal ini disebabkan oleh kondisi perubahan iklim yang akan kita alami," kata dia.
Di Spanyol, di mana kebakaran terjadi di sebelah barat Madrid, sekitar 60 ribu orang juga telah dievakuasi.
"Kami kehilangan segalanya. Kami memiliki tempat perkemahan ini, kami memiliki tempat perkemahan lain, dan kami telah kehilangan semuanya. Kami tidak punya apa-apa, kata seorang warga bernama Maria Angeles Canete.
Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska juga mengatakan beberapa jam mendatang akan "sangat menentukan" untuk mengendalikan kebakaran yang terjadi di sebelah barat Madrid.
Uni Eropa awal pekan ini juga mengumumkan pengiriman lebih banyak pesawat pengebom air ke Prancis, selain yang sudah dikerahkan ke Spanyol.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
2
















































