Sesama Mayoritas Syiah, Mengapa Azerbaijan Bantu Israel Lawan Iran?

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Secara rahasia Azerbaijan ternyata membantu Israel dalam perang melawan Iran.

Azerbaijan, negara dengan mayoritas Muslim Syiah ini, menurut investigasi terbaru CNN, menjalin kerjasama militer dan intelijen secara rahasia dengan Israel sebagai bagian dari jaringan rahasia di seluruh Timur Tengah untuk memfasilitasi perang melawan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keterangan sumber anonim, Israel mengirim pasukan beroperasi di wilayah selatan Azerbaijan yang berbatasan dengan Iran. Wilayah itu berjarak kurang dari 100 kilometer dari Kota Tabriz di Iran.

Unit komando khusus juga dikerahkan ke lokasi tersebut melakukan misi pengumpulan intelijen dan operasi drone, kata dua sumber lainnya. Operasi rahasia itu memberi Israel posisi yang berharga untuk mengamati wilayah utara Iran selama perang.

Pengerahan rahasia ke Azerbaijan, yang dilaporkan oleh CNN untuk pertama kalinya, adalah salah satu dari beberapa posisi militer yang dipertahankan Israel di kawasan Timur Tengah.

Mengapa bantu Israel?

Azerbaijan adalah negara terletak di kawasan Asia Tengah, mayoritas penduduk muslim beraliran syiah yang mencapai 60 persen dari populasi, dikutip Britannica. Namun hubungan bilateral antara Azerbaijan dan Israel telah lama luput dari perhatian.

Pada saat sebagian besar dunia Muslim secara vokal mengutuk tindakan militer Israel di Jalur Gaza, Azerbaijan bersikap sangat tenang dalam kritiknya. Keheningan ini bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil yang diperhitungkan dari kerja sama diplomatik, militer, dan energi yang semakin mendalam antara kedua negara selama bertahun-tahun, seperti dilaporkan India Today.

Namun analisis mendalam dari Mordechai Kedar, peneliti senior di Pusat Studi Strategis Begin-Sadat, membuat jelas semuanya.

"Azerbaijan tidak pernah membiarkan konflik Israel-Palestina memengaruhi hubungannya dengan Israel," katanya.

Buktinya sejak perang 7 Oktober 2023, Azerbaijan telah meningkatkan ekspor energinya ke Israel (bahkan sebelum perang, statistik menunjukkan bahwa Azerbaijan menjual 50 persen produksi minyaknya ke Israel).

Hubungan ini sudah terjalin cukup lama. Sejak awal tahun 1990-an, Azerbaijan telah menjadi pemain kunci dalam menstabilkan keamanan energi Israel.

Minyak yang dipasok Azerbaijan ke Israel telah menjadi elemen utama keamanan energi Israel. Azerbaijan adalah satu-satunya negara Muslim yang mempertahankan hubungan hangat dengan Israel dan melanjutkan bisnis seperti biasa bahkan selama Intifada Kedua.

Israel bukan satu-satunya penerima manfaat dari kemitraan ini. Azerbaijan juga merupakan pelanggan tetap produk-produk Israel.

Pada akhir tahun 2000-an, Azerbaijan menjadi importir senjata terbesar Israel dan dalam dekade terakhir, hampir 70% impor militer Azerbaijan berasal dari Israel. Kedua negara pernah menandatangani kesepakatan senjata lainnya, yang menjamin bisnis lebih lanjut bagi perusahaan teknologi tinggi Israel dan meningkatkan perekonomian Israel.

Pada 2023 silam, Israel diam-diam membantu memicu kampanye Azerbaijan untuk merebut kembali Nagorno-Karabakh, dengan memasok senjata ampuh menjelang serangan kilatnya yang membawa wilayah kantong etnis Armenia itu kembali di bawah kendalinya.

Hanya beberapa minggu sebelum Azerbaijan melancarkan serangan 24 jamnya pada 19 September 2023, pesawat kargo militer Azerbaijan berulang kali terbang antara pangkalan udara Israel selatan dan lapangan terbang dekat Nagorno-Karabakh, menurut data pelacakan penerbangan dan diplomat Armenia, bahkan ketika pemerintah Barat mendesak perundingan perdamaian.

Azerbaijan juga terbukti sangat berharga bagi Israel di bidang lain: bertindak sebagai mediator antara Yerusalem dan Ankara.

Rakyat Turki dan Azerbaijan menganggap diri mereka sebagai satu bangsa yang hidup di dua negara (bahasa Azerbaijan adalah dialek Turki), dan Turki adalah sekutu terbesar Azerbaijan, sama seperti Amerika Serikat adalah sekutu terbesar Israel. Hubungan dekat Azerbaijan dengan Israel dan Turki menjadikannya perantara yang sempurna bagi kedua negara ini.

Semuanya berawal sekitar 30 tahun lalu dalam pertemuan di New York antara Perdana Menteri Israel saat itu, Yitzhak Rabin, dan Presiden Azerbaijan saat itu, Heydar Aliyev. Selama pertemuan ini, kedua pemimpin berbicara secara pribadi, tanpa perantara atau penasihat membahas apa yang dibutuhkan masing-masing negara.

Israel membutuhkan sumber minyak yang stabil dan andal, sementara Azerbaijan menginginkan sistem pertahanan militer Israel. Sejak hari itu, aliansi Israel dengan Azerbaijan telah menjadi salah satu aliansi yang paling stabil dan andal.

Semua orang tahu bahwa Israel adalah sekutu terdekat Amerika Serikat di Timur Tengah, dan bahwa Amerika Serikat adalah teman terdekat Israel di dunia. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Azerbaijan adalah teman terdekat kedua Israel, setidaknya menurut Joseph Epstein, direktur penelitian di Endowment for Middle East Truth.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |