Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan siap "mengangkat senjata" demi membela negaranya, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap pemerintahannya, pada Senin (5/1).
Melalui unggahan media sosial, Petro, mantan pejuang sayap kiri, mengatakan bahwa setiap intervensi militer AS di Kolombia, seperti tindakan terhadap Venezuela pada akhir pekan, akan memicu perlawanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersumpah tidak akan menyentuh senjata lagi. Namun demi tanah air, saya akan mengangkat senjata kembali," kata Petro, seperti dikutip Al Jazeera.
Petro dikenal sebagai pengkritik terbuka Trump, yang sebelumnya mengancam Kolombia dengan kemungkinan serangan militer dengan dalih pemberantasan narkoba.
Kedua pemimpin tersebut kerap saling melontarkan sindiran, tetapi ancaman Trump dalam beberapa hari terakhir menjadi semakin agresif.
Trump mengatakan pada akhir pekan agar Petro "waspada" setelah penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang oleh banyak ahli hukum internasional dianggap sebagai tindakan ilegal.
Kepada wartawan pada Minggu, Trump menyebut operasi serupa terhadap pemerintahan Petro sebagai sesuatu yang "terdengar bagus".
"Kolombia juga sangat sakit, dipimpin oleh orang sakit, yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan melakukannya terlalu lama," ujar Trump.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Kolombia mengecam pernyataan itu sebagai "campur tangan yang tidak semestinya dalam urusan dalam negeri negara, bertentangan dengan hukum internasional".
Trump menuding Petro mempermudah peredaran narkoba ke AS, tuduhan yang tidak memiliki dasar bukti dan dibantah keras oleh Petro.
Petro menegaskan pemerintahannya telah memerangi produksi narkoba sambil menjauh dari pendekatan perang narkoba yang demiliterisasi.
"Saya sangat percaya pada rakyat saya," kata Petro.
"Dan karena itu saya meminta rakyat untuk membela presiden dari setiap tindakan kekerasan ilegal terhadap dirinya," tambah dia.
(rnp/bac)

1 day ago
12

















































