Presiden Kolombia Petro Siap Angkat Senjata Lawan AS: Demi Tanah Air

1 day ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan siap kembali mengangkat senjata jika suatu waktu Amerika Serikat meluncurkan agresi ke negara Amerika Selatan itu menyusul ancaman Presiden Donald Trump.

Petro menyampaikan pernyataan itu dalam unggahan di X pada Senin (5/1). Ia mengatakan siap angkat senjata demi melindungi tanah airnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pernah bersumpah tak akan menyentuh senjata lagi sejak menandatangani Pakta Perdamaian 1989. Namun demi tanah air, saya akan mengangkat senjata kembali," kata Petro.

Petro pernah bergabung dengan kelompok perlawanan berhaluan kiri 19th of April Movement (M-19 guerrilla movement) saat berusia 17 tahun. Kelompok ini aktif dari tahun 1970 hingga 1990.

Anggota M-19 sebagian besar pelajar dan intelektual Marxis, ideologi yang sejalan dengan Petro.

Kelompok M-19 pernah melakukan serangan terhadap pemerintah Kolombia selama konflik di negara tersebut, demikian dikutip Historica Fandom.

M-19 juga pernah menculik dan mengeksekusi pemimpin serikat buruh Jose Raquel Mercado yang dituduh melakukan pengkhianatan terhadap gerakan buruh.

Kelompok tersebut juga pernah menyerbu pangkalan militer Kolombia untuk mendapat 5.000 senjata termasuk menggali terowongan pada 1979. Tak cuma itu, M-19 pernah melakukan aksi simbolis seperti mencuri pedang pemimpin militer dan politik di masa kemerdekaan Simon Bolivar di museum.

Di tahun-tahun berikutnya, M-19 juga melakukan serangan ke target politik simbolis seperti Kedutaan Besar Dominika di Bogota pada 1980 serta Istana Kehakiman pada 1985, demikian dikutip Study.

Kembali lagi soal pernyataan Petro di X, dengan tegas dia mengaku sebagai pemimpin sah yang dipilih rakyat Kolombia. Politikus berhaluan kiri itu berhasil mengalahkan lawannya pada Pemilu 2022 di putaran kedua dengan perolehan suara 50, 47 persen.

Di kesempatan itu, Petro juga membantah tuduhan Trump yang menyebut dia pengedar narkoba dan korup.

"Saya bukan pemimpin yang tidak sah, juga bukan pengedar narkoba. Satu-satunya aset yang saya punya cuma rumah keluarga yang bahkan masih dicicil pakai gaji saya," ujar dia.

Petro juga memerintahkan seluruh pasukan keamanan Kolombia untuk bersatu membela negara, serta mendesak aparat yang tak setia mundur dari jabatan.

"Setiap prajurit Kolombia sekarang punya perintah: setiap komandan pasukan keamanan yang lebih menyukai bendera AS ketimbang Kolombia harus segera mundur dari institusi," ujar dia.

"Konstitusi Kolombia memerintahkan pasukan keamanan untuk membela kedaulatan rakyat," imbuh Petro.

Trump sebelumnya mengeklaim Kolombia dan presidennya telah membanjiri AS dengan kokain. Ia juga mengatakan nasib Petro akan sama dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan diadili di AS.

Sebelum penangkapan, AS menggempur ibu kota Venezuela, Caracas, hingga menyebabkan 80 orang tewas.

Komunitas internasional telah mengecam serangan AS ke Venezuela karena dinilai melanggar hukum internasional.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |