Jakarta, CNN Indonesia --
Hubungan diplomatik antara Korea Selatan (Korsel) dan Israel memanas setelah Presiden Korsel Lee Jae-myung secara terbuka mengkritik tindakan brutal tentara Israel (IDF) terhadap warga Palestina.
Lee mengaku kecewa karena Negeri Zionis itu dianggap tidak pernah sekalipun merefleksikan kritik dari dunia internasional.
Ketegangan ini bermula saat Presiden Lee membagikan video kekerasan oleh tentara Israel melalui akun media sosial X miliknya pada Jumat (10/4). Video tersebut memicu kemarahan Tel Aviv dan berujung pada adu argumen publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video yang dibagikan Lee, dan telah diverifikasi oleh Al Jazeera, menampilkan momen saat tentara Israel mendorong tubuh seorang pria Palestina yang tampak tak bernyawa dari atas atap gedung di kota Qabatiya, Tepi Barat, pada September 2024.
Video memperlihatkan seorang tentara menendang tubuh korban sebelum jatuh dari atap. Total ada tiga warga Palestina yang dilempar dari atap hari itu.
Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut tindakan itu sebagai "kejahatan" yang menunjukkan kebrutalan sistemik. Secara hukum internasional, angkatan bersenjata wajib memperlakukan jenazah dengan bermartabat.
Kemlu Israel mengklaim kasus tersebut telah "diselidiki dan ditangani," namun menolak merinci apakah ada prajurit yang dijatuhi hukuman.
Israel membalas unggahan Lee dengan pernyataan keras pada Sabtu (11/4). Mereka menuduh Presiden Korsel sengaja menggali cerita lama untuk menyebarkan sentimen negatif.
"Presiden Lee Jae-myung, entah karena alasan aneh apa, memilih untuk menggali kembali cerita dari tahun 2024," bunyi pernyataan Kemlu Israel yang juga menuduh Lee menyebarkan berita "anti-Israel."
Presiden Lee pun memberikan balasan menohok pada Sabtu (11/4). "Sangat mengecewakan bahwa Anda tidak pernah sekalipun merefleksikan kritik dari orang-orang di seluruh dunia yang menderita akibat tindakan anti-HAM dan anti-hukum internasional yang terus-menerus dilakukan. Saat saya merasa sakit, orang lain pun merasakan sakit yang sama dalamnya," tegasnya.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
6
















































