Jakarta, CNN Indonesia --
Ibu Kota Selandia Baru, Wellington, banjir tinja usai saluran pembuangan limbah utama rusak buntut badai besar yang melanda sejak Kamis (4/6).
Perusahaan utilitas Wellington Water menyatakan air limbah meluap di pinggiran kota Island Bay karena pipa utama tersumbat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini menyebabkan sejumlah rumah di Island Bay dibanjiri tinja dan limbah produk sanitasi.
Wellington Water menyatakan lima properti terdampak oleh luapan tersebut. Timnya sedang berupaya membersihkan tinja dan produk sanitasi serta mendisinfeksi rumah-rumah tersebut.
"Ada truk penyedot di lokasi luapan," demikian pernyataan Wellington Water, seperti dikutip AFP.
"Kami mengetahui sejumlah properti mengalami luapan air karena penyumbatan saluran utama. Kami bekerja sama dengan pemilik properti untuk membantu membersihkan dan melakukan disinfeksi," lanjut Wellington Water.
Salah seorang warga Island Bay, Richard Peters, mengatakan kepada stasiun televisi RNZ bahwa situasi "menjijikkan" tersebut semakin parah setelah banjir surut.
"Jalanan benar-benar dipenuhi potongan tinja, tampon, dan air berwarna cokelat," kata Peters.
Badan Meteorologi Selandia Baru, Metservice, menyatakan ada lebih dari 5.000 sambaran petir semalam di Wellington saat badai menerjang kota itu. Curah hujan tercatat 25,7 milimeter dalam periode dua jam.
Wellington Water menyatakan hujan deras juga menyebabkan masalah lain bagi instalasi pengelolaan air limbah Moa Point, yang belum berfungsi dengan baik sejak badai Februari lalu.
Jutaan liter limbah mengalir ke perairan di lepas pantai selatan Wellington sejak fasilitas tersebut rusak.
Beberapa perbaikan kecil sudah dilakukan sejak itu. Namun instalasi baru akan beroperasi penuh pada November mendatang.
Wellington Water melanjutkan badai petir mengakibatkan banyak air limbah yang belum diolah dipompa ke laut semalaman.
Perusahaan pun mengimbau warga untuk "menjauhi Teluk Tarakena dan tidak berenang, berselancar, atau bermain kayak di sepanjang pantai Wellington hingga pemberitahuan lebih lanjut."
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
5
















































