Sinyal China Veto Resolusi PBB, Tolak Aksi Militer di Selat Hormuz

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Langkah Bahrain untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz terancam kandas setelah China memberi sinyal kuat akan menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan (DK) PBB. Beijing secara tegas menolak draf resolusi yang memberikan lampu hijau bagi penggunaan kekuatan militer di jalur urat nadi minyak dunia tersebut.

Utusan China untuk PBB, Fu Cong, menentang otorisasi penggunaan kekuatan militer untuk membuka Selat Hormuz. Menurutnya hal ini justru akan memiliki dampak yang lebih serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah semacam itu akan melegitimasi penggunaan kekuatan yang melanggar hukum dan tanpa pandang bulu, yang pasti akan memicu eskalasi lebih lanjut dari situasi tersebut dan menimbulkan konsekuensi serius," kata Fu dalam pernyataannya kepada Dewan Keamanan, melansir Reuters, Jumat (3/4).

Resolusi Dewan Keamanan membutuhkan setidaknya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari lima anggota tetap, Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, DK PBB berencana melakukan pemungutan suara atas resolusi Bahrain untuk melindungi pelayaran komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Dua diplomat mengatakan pertemuan 15 anggota Dewan dan pemungutan suara dijadwalkan pada Sabtu pagi, bukan Jumat seperti yang direncanakan sebelumnya.

Harga minyak telah melonjak sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari. Hal itu memicu konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan dan secara efektif menutup jalur pelayaran utama.

Para diplomat mengatakan Bahrain, ketua Dewan Keamanan saat ini, telah menyelesaikan rancangan resolusi yang akan mengizinkan "semua cara defensif yang diperlukan" untuk melindungi pelayaran komersial.

Menurut laporan Reuters, draf itu mengizinkan tindakan militer untuk jangka waktu setidaknya enam bulan dan sampai dewan memutuskan sebaliknya.

Bahrain mendapatkan dukungan dari negara-negara Arab Teluk serta Amerika Serikat dalam upaya mendorong resolusi tersebut.

Sekretaris Jenderal Liga Arab yang beranggotakan 22 negara, Ahmed Aboul Gheit, mengatakan kepada Dewan Keamanan pihaknya mendukung upaya Bahrain untuk mengamankan resolusi tersebut.

Pada Kamis, Inggris menjadi tuan rumah pertemuan dengan lebih dari 40 negara mengenai upaya untuk membuka kembali dan memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz.

Inggris juga menyatakan dukungan untuk langkah Bahrain dalam mengamankan resolusi atas masalah tersebut.

Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk melanjutkan serangan, tetapi tidak menjabarkan rencana untuk membuka kembali selat tersebut.

Hal itu mendorong harga minyak semakin tinggi, dengan memicu kekhawatiran bahwa Amerika Serikat mungkin tidak akan mengambil peran utama dalam memastikan jalur aman bagi para pengirim barang melalui jalur air tersebut.

(yoa/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |