Sistem Rudal Typhon AS di Jepang Bikin China dalam Bahaya, Kenapa?

19 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang analis militer memperingatkan China akan risiko ancaman dari penempatan sistem rudal Typhon Amerika Serikat di Jepang.

Fu Qianshao, analis militer yang berbasis di Beijing, mengatakan lokasi penempatan Typhon di Pangkalan Udara Kanoya Jepang berisiko tinggi karena kedekatannya dengan daratan China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Minggu (21/6), Nikkei melaporkan bahwa Washington berniat memasang sistem peluncur rudal jarak menengah terbarunya di Prefektur Kagoshima, tepatnya di Pangkalan Udara Kanoya milik Pasukan Bela Diri (SDF) Maritim.

Pemasangan itu disebut dilakukan untuk latihan militer bersama yang dijadwalkan Senin (22/6) dan pada September mendatang.

"Lokasi penempatan relatif dekat dengan daratan China. Jika rudal jelajah ditempatkan di sana dengan tingkat kemampuan peluncuran tertentu, itu akan menimbulkan ancaman bagi target [darat[ China yang relevan," kata Fu, seperti dikutip South China Morning Post (SCMP).

Pangkalan Udara Kanoya merupakan pangkalan udara terbesar yang paling dekat dengan Kepulauan Nansei dan Selat Taiwan. Pangkalan ini lebih dekat ke China dibandingkan sebagian besar pangkalan Jepang lainnya.

Typhon merupakan sistem peluncur rudal jarak menengah tipe kontainer yang dirancang terutama untuk meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dan rudal serbaguna SM-6 di darat.

Jika Jepang meluncurkan Tomahawk dari Kanoya, rudal ini bisa mencapai daerah pesisir timur China seperti Shanghai, Zhejiang, dan Fujian.

Jepang akan mulai mengimpor rudal Tomahawk dengan jangkauan sekitar 1.600 kilometer pada paruh kedua 2026.

Fu mengatakan Typhon dapat digunakan untuk menyerang kapal angkatan laut, dengan tujuan membatasi angkatan laut China dalam memproyeksikan kekuatan dan menerobos ke Pasifik barat.

Dengan menempatkannya di Kagoshima, sistem itu akan mampu membantu memblokade Selat Miyako, jalur air utama antara Pulau Miyako dan Pulau Okinawa.

"Jelas tujuannya adalah agar jika terjadi konflik, mereka bisa menggunakan pendekatan ini untuk menyerang taret di darat kita di satu sisi, dan memblokir jalur maritim vital di sisi lain," terang Fu.

Pemasangan Typhon di Jepang kemungkinan akan memperburuk hubungan yang sudah renggang antara Tokyo dan Beijing buntut isu Taiwan tahun lalu.

China selama ini memandang Taiwan bagian dari wilayahnya. Beijing telah menyatakan akan menyatukan kembali Taipei dengan kekerasan jika perlu.

Militer AS pertama kali mengerahkan Typhon di Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni di Prefektur Yamaguchi saat latihan gabungan AS-Jepang Resolute Dragon tahun 2023. Beberapa bulan setelah latihan tersebut, AS membawa pulang lagi sistem rudalnya.

Saat itu, China memprotes dengan menyatakan bahwa pemasangan Typon "meningkatkan risiko konfrontasi militer di Asia Timur."

Pada 2024, Typhon dikerahkan di Filipina utara dan lagi-lagi membuat marah Beijing. China mendesak sistem peluncur rudal itu segera dicabut namun tak dihiraukan AS.

Bulan ini, Angkatan Darat AS menembakkan rudal Tomahawk dari Typhon selama latihan militer bersama dengan Filipina. Ini merupakan penembakan langsung pertama dari sistem tersebut sejak ditempatkan di sana.

Menurut Fu, tujuan penempatan Typhon di Jepang sama dengan tujuan penempatan sistem itu di Filipina.

"Rudal ini sebelumnya dikerahkan di Filipina dengan tujuan sama: untuk memblokade selat-selat terkait dan mencegah kapal perang kita menerobos ke Pasifik barat," kata Fu.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah memperkuat posisinya di sepanjang rantai pulau pertama atau jalur strategis yang membentang dari Jepang melalui Taiwan hingga Filipina.

Sementara itu, China dalam beberapa tahun terakhir juga terus meningkatkan latihan militernya di Pasifik. Angkatan laut Beijing secara rutin menggunakan Selat Miyako dan Selat Bashi antara Taiwan dan Filipina sebagai koridor transit untuk mengakses samudra.

(blq/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |