Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menjanjikan "dukungan yang tidak berubah" bagi Rusia dalam suratnya kepada Presiden Vladimir Putin yang diterima Moskow pada Selasa (15/9).
Dalam surat itu, Kim Jong Un juga menyebut perang yang masih berlangsung imbas invasi Rusia ke Ukraina sebagai "perang suci".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengan teguh meyakini kemenangan Federasi Rusia dalam perang suci saat ini untuk membela kepentingan keamanan negara dan keadilan internasional. Saya menjanjikan dukungan saya yang tidak berubah kepada Anda, sahabat terkasih, dan rakyat Rusia yang bersaudara," kata Kim Jong Un dalam surat tersebut, menurut Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Selasa.
Sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022, Korea Utara telah menjadi salah satu sekutu penting Kremlin. Pyongyang mengirim pasukan untuk mendukung upaya invasi Moskow sebagai imbalan atas keuntungan ekonomi dan teknologi militer.
Tahun lalu, badan intelijen Korea Selatan memperkirakan sekitar 2.000 tentara Korea Utara tewas imbas membantu Rusia berperang di Ukraina. Sementara itu, penilaian yang lebih baru memperkirakan jumlah tentara Korea Utara yang tewas atau terluka di Ukraina bahkan mencapai sekitar 6.000 orang.
"Tekad saya dan pemerintah Republik Rakyat Demokratik Korea tidak diragukan lagi tetap teguh untuk memperluas dan memperdalam kerja sama bersama dengan Federasi Rusia secara menyeluruh," ucap Kim Jong Un lagi seperti dikutip AFP.
Surat tersebut muncul di tengah spekulasi bahwa Pyongyang bersiap mengirim lebih banyak pasukan ke Rusia untuk membantu upaya perangnya melawan Ukraina.
Kyiv juga memperkirakan bahwa hingga 50.000 tentara Korea Utara akan dikerahkan ke Rusia, meskipun Ukraina tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut maupun informasi mengenai kapan pengerahan itu akan dilakukan.
Saat menyampaikan klaim tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Seoul memasok sistem pertahanan udara untuk melindungi Ukraina dari rudal Rusia. Namun, permintaan tersebut belum mendapat tanggapan dari Korea Selatan.
(rds)

6 hours ago
4















































