Tak Puas Jajah Palestina, Israel Kini Mau Duduki Selatan Lebanon

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Israel berencana menduduki wilayah selatan Lebanon hingga ke Sungai Litani, dan menjadikan wilayah itu "zona keamanan" di tengah perangnya bersama Amerika Serikat melawan Iran yang berlangsung hampir sebulan.

Wilayah selatan Lebanon dikuasai oleh kelompok Hizbullah, milisi sekutu Iran yang ikut-ikutan membantu Teheran melancarkan serangan balasan ke Israel. Ini pertama kalinya Israel secara jelas menunjukkan niat merebut wilayah yang setara hampir sepersepuluh dari luas Lebanon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan dengan kepala staf militer, Menteri Pertahanan Israel Katz pada Selasa (24/3) mengatakan pasukannya akan "mengendalikan jembatan-jembatan yang tersisa dan zona keamanan hingga Litani."

Litani merupakan sebuah sungai yang bermuara ke Laut Mediterania sekitar 30 km di utara perbatasan Israel.

Sementara itu, Hizbullah bersumpah akan berperang untuk mencegah niat pasukan Israel tersebut yang dianggap merupakan "ancaman eksistensial" bagi negara Lebanon.

Anggota parlemen senior Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan setiap pendudukan Israel di selatan Litani akan dihadapi dengan perlawanan.

"Kami tidak punya pilihan selain menghadapi agresi ini dan mempertahankan tanah kami," katanya kepada Reuters.

[Gambas:Video CNN]

Katz sebelumnya telah memperingatkan pemerintah Lebanon bahwa mereka bisa kehilangan wilayah jika gagal melucuti Hizbullah, yang menyeret Lebanon ke dalam perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Israel telah berulang kali menginvasi Lebanon dalam beberapa dekade terakhir, dan menduduki wilayah selatan hingga tahun 2000.

Sejak 13 Maret lalu, Israel telah menghancurkan lima jembatan di atas Sungai Litani dan merobohkan rumah-rumah di desa perbatasan, tindakan yang menurut mereka merupakan bagian dari kampanye melawan Hezbollah.

Berdasarkan hukum internasional, serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk rumah dan jembatan, pada umumnya merupakan pelanggaran serius.

Serangan Israel di seluruh Lebanon sejak awal Maret ini telah menewaskan lebih dari 1.070 orang, termasuk lebih dari 120 anak-anak, 80 perempuan, dan 40 tenaga medis, menurut kementerian kesehatan Lebanon.

Namun, data tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.

Lebih dari satu juta orang juga telah mengungsi akibat serangan dan perintah evakuasi, meskipun ribuan lainnya masih bertahan di beberapa wilayah selatan.

Lebanon pada Selasa juga telah mengusir atau persona non grata duta besar Iran dan memberinya waktu hingga Minggu untuk meninggalkan negara tersebut. 

Langkah ini dilakukan setelah Beirut sebelumnya memerintahkan puluhan warga Iran lainnya, termasuk diplomat, untuk keluar dari Lebanon. Pemerintah Lebanon mengatakan langkah tersebut tidak berarti pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, memuji keputusan tersebut, sementara Hizbullah mengecamnya.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |