Trump Akui Ngotot Caplok Greenland usai Gagal Dapat Nobel Perdamaian

6 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump blak-blakan mengungkap pangkal sikap agresifnya mencaplok Greenland, gara-gara dia gagal memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Menurut Trump, dia kini tak lagi punya kewajiban untuk memikirkan perdamaian, dan hanya akan memikirkan yang terbaik untuk AS. 

Pernyataan itu diungkap Trump dalam pesan teks yang ia kirim ke Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store pada Minggu (18/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian setelah menghentikan 8 Perang dan lebih, saya tidak lagi berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian, meskipun itu akan selalu menjadi yang utama, tetapi sekarang dapat memikirkan apa yang baik dan pantas untuk AS," tulis Trump dalam pesannya ke Gahr Store.

Menanggapi pesan Trump, PM Store menegaskan Komite Nobel bekerja secara independen.

"Mengenai Hadiah Nobel Perdamaian, saya telah beberapa kali menjelaskan dengan jelas kepada Trump apa yang sudah diketahui secara umum, yaitu bahwa Komite Nobel yang independen, dan bukan pemerintah Norwegia, yang memberikan hadiah tersebut," kata Store.

Sesuai aturan pembuat Nobel, Alfred Nobel, penerima penghargaan dipilih oleh Komite Nobel Norwegia yang ditunjuk oleh Parlemen Norwegia.

Dilansir New York Times, dalam pesan itu Trump juga kembali mempertanyakan klaim Denmark atas Greenland, yang menurutnya tak tertuang dalam dokumen tertulis.

"Dunia tidak aman kecuali kita memiliki Kendali Penuh dan Total atas Greenland. Terima kasih!" kata Trump di pesan teks itu.

Pesan Trump itu merupakan tanggapan atas pesan yang sebelumnya dikirim Store ke Trump pada hari Minggu (18/1). Pesan tersebut ditandatangani bersama oleh Presiden Finlandia Alexander Stubb, yang juga dekat dengan Trump.

Sebelumnya para pemimpin Eropa juga telah meminta untuk berbicara dengan Trump soal Greenland dan ancamannya menggunakan perang tarif, demi menekan Denmark untuk menjual Greenland.

Trump berulang kali telah menantang klaim Denmark atas Greenland. Padahal dalam perjanjian yang telah ditandatangani AS dan Denmark dalam beberapa dekade, AS telah mengetahui hubungan erat Denmark dengan Greenland.

Dalam amandemen tahun 2004 terhadap pakta pertahanan lama Denmark-AS, yang memberikan akses militer luas kepada AS, telah secara eksplisit mengakui Greenland sebagai "bagian yang setara dari Kerajaan Denmark."

Selain itu pada 1916 silam, Denmark juga pernah menjual wilayah yang sekarang menjadi Kepulauan Virgin AS kepada Amerika Serikat seharga US$25 juta dalam bentuk emas.

Dalam perjanjian untuk kesepakatan itu, ada klausul yang berbunyi bahwa AS tidak akan keberatan jika Pemerintah Denmark memperluas kepentingan politik dan ekonominya ke seluruh Greenland.

Setahun terakhir, saat Trump terus-menerus ngotot ingin mendapatkan Greenland, Denmark juga telah berulang kali menolak.

Denmark menegaskan mereka tak punya wewenang untuk menjual wilayah yang punya pemerintahan sendiri itu, dan bahwa 57 ribu penduduk Greenland berhak untuk menentukan nasib mereka sendiri.

(dna/dna)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |