Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump mengancam akan memenjarakan jurnalis yang memberitakan cara militer Amerika Serikat mengevakuasi pilotnya di Iran, Senin (6/4).
Ancaman itu muncul setelah sebuah jet tempur AS ditembak jatuh di wilayah Iran pada Jumat (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah media kemudian melaporkan satu dari dua penerbang di dalam pesawat tersebut berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat AS.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut publikasi informasi itu dapat membahayakan operasi penyelamatan penerbang kedua yang saat itu masih berlangsung. Namun, penerbang kedua juga berhasil diamankan.
"Kami tidak membicarakan yang pertama selama satu jam. Lalu seseorang membocorkan sesuatu, dan kami berharap dapat menemukan pembocor itu. Kami bekerja sangat keras untuk menemukannya," kata Trump, dikutip Reuters.
"Kami akan mendatangi perusahaan media yang merilisnya, dan kami akan mengatakan, 'Ini soal keamanan nasional, serahkan informasinya atau masuk penjara,'" tambahnya.
Namun, hingga kini belum diketahui media atau jurnalis mana yang dimaksud Trump.
Sejumlah media melaporkan penyelamatan penerbang pertama dalam waktu hampir bersamaan, termasuk The New York Times, CBS News, dan Axios.
Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan saat dimintai klarifikasi mengenai reporter yang menjadi sasaran ancaman tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump secara tertutup mengeluhkan kepada para pembantunya bahwa pemberitaan media terkait perang AS-Israel melawan Iran terlalu negatif.
Ia bersama para sekutunya juga secara terbuka mengkritik sejumlah organisasi media.
Ketua Federal Communications Commission (FCC), Brendan Carr, bulan lalu menulis di platform X bahwa lembaga penyiaran yang memberitakan "berita palsu" memiliki kesempatan untuk memperbaiki pemberitaan sebelum masa perpanjangan izin siaran.
Pernyataan itu disertai tangkapan layar unggahan Trump di Truth Social yang menuding media ingin AS kalah dalam perang.
"Media dan surat kabar rendahan justru ingin Amerika kalah dalam perang," kata Trump.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
4
















































