Trump Klaim Militer Iran Lumpuh, Kenapa Bisa Jatuhkan Jet Tempur AS?

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkali-kali mengatakan militer Iran lumpuh.

Hingga menyebut intensitas serangan menurun hingga 90 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Iran ternyata masih mampu memberi perlawanan sepadan. Dan yang terbaru menembak jatuh jet tempur AS F-15 dan pesawat tempur A-10 Warthog.

Penembakan jet tempur itu terbilang istimewa, sebab sejak pertama dibuat tahun 1972 jet tempur itu tidak pernah kalah. Baru sekali ini berhasil ditembak Iran.

"Iran tidak kalah, melainkan beradaptasi dan belajar untuk menimbulkan kerusakan yang efektif," ujar Kelly A Grieco, peneliti senior di Stimson Center, Washington dikutip dari laman DW.

Sebelumnya Iran memang disepelekan. Apalagi embargo lebih dari empat deka.

Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia Sya'roni Rofii menilai embargo sanksi hingga isolasi internasional ternyata justru membuat Iran makin "mandiri", termasuk soal merakit dan membuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti rudal dan drone.

Meski selama puluhan tahun berada di bawah sanksi ketat Amerika dan berbagai sanksi multilateral lain, Iran tetap mampu membangun dan mempertahankan industri pertahanan domestik serta memproduksi berbagai sistem persenjataan secara mandiri.

Hal ini bukan berarti sanksi AS sepenuhnya gagal, melainkan karena Teheran mengadaptasi strategi untuk mengakali pembatasan dan menekankan kemandirian.

"Ilmuwan Iran dituntut untuk berinovasi di tengah embargo. Dan itu berhasil. Kedua, prinsip yang ditanamkan kepemimpinan Iran: menanamkan semangat perlawanan terhadap Barat. Sehingga dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi semangatnya sama yakni menjadi bangsa mandiri," ucap Sya'roni kepada CNNIndonesia.com.

Tidak mengherankan bila Iran justru masih tetap memberi perlawanan.

Hal itu dikonfirmasi sendiri oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pada Februari 2025 lalu, Laksamana Muda Habibollah Sayyari mengeklaim Iran memproduksi lebih dari 90% peralatan tempurnya sendiri.

Sayyari menuturkan kemampuan itu muncul sebagai dampak dari puluhan tahun sanksi yang membuat Iran tidak bisa memperoleh berbagai platform canggih seperti pesawat atau kapal perang baru.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |