Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik terbuka yang jarang terjadi terhadap taktik militer Israel dalam melawan milisi Hizbullah di Lebanon.
Trump menilai Israel seharusnya tidak perlu menghancurkan seluruh bangunan apartemen hanya untuk memburu seorang target milisi Hizbullah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlalu banyak orang yang terbunuh. Anda tidak perlu merobohkan satu gedung apartemen setiap kali sedang mencari seseorang, karena ada banyak orang yang tinggal di gedung-gedung itu dan tidak semuanya anggota Hizbullah," kata Trump dalam KTT G7 di Prancis, Selasa (16/6).
Pernyataan Trump itu muncul kala hubungannya dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam situasi sulit dan berselisih terkait perang di Iran dan serangan Israel ke Lebanon.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump blak-blakan menyatakan ketidaksenangannya terhadap serangan Israel di Lebanon karena dinilai dapat membahayakan kesepakatan damai AS dengan Iran.
Trump bahkan mengatakan Israel telah memerangi Hizbullah, kelompok milisi yang menguasai Lebanon selatan sekaligus sekutu Iran, terlalu lama.
Dikutip Reuters, keluhan Trump ini juga muncul di tengah pengakuannya bahwa ia merasa frustrasi menghadapi Netanyahu yang terus ingin menggempur Lebanon, yang menjadi pelanggaran terhadap gencatan senjata AS-Iran.
Trump bahkan mengakui Netanyahu mempersulit upaya AS mengakhiri perang dengan Iran lewat perundingan yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Israel memang terus melancarkan serangan ke Lebanon ketika AS dan Iran hendak menyepakati nota kesepahaman (MoU) secara resmi untuk mengakhiri perang di Swiss pada Jumat (19/6) ini.
Sejumlah pejabat Israel memang secara tertutup mengungkapkan frustrasi terhadap kesepakatan Iran yang dicapai Trump. Sementara, Trump sendiri semakin kehilangan kesabaran menghadapi Netanyahu akibat serangan Israel ke Beirut yang memicu serangan balasan Iran pada saat ia tengah berupaya menyelesaikan perjanjian damai.
Trump mengatakan dirinya memiliki "hubungan yang sangat baik" dengan Netanyahu. Namun dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan bahwa pemimpin Israel itu harus "lebih bertanggung jawab" terkait Lebanon.
"Tanpa kami, tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel. Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang telah saya lakukan," ujar Trump.
Kedua pemimpin itu berulang kali berselisih terkait keengganan Israel membatasi operasi militernya terhadap Hizbullah di Lebanon, sementara penghentian permusuhan di negara tersebut merupakan salah satu tuntutan utama Iran dalam negosiasi.
Trump maupun presiden-presiden AS sebelumnya jarang mengkritik secara terbuka taktik militer Israel.
Sementara itu, Israel membantah sengaja menargetkan warga sipil dan menegaskan kelompok-kelompok bersenjata seperti Hamas maupun Hizbullah kerap menggunakan penduduk sipil sebagai tameng manusia.
Juru bicara Kedutaan Besar Israel di Washington juga tidak memberikan komentar terkait laporan ini.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
4

















































