Trump Ogah Minta Maaf ke Paus Leo: Dia Lemah Dalam Kejahatan

8 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ogah meminta maaf kepada Paus Leo XIV usai mengkritik tajam sang Bapa Suci hingga membuat gaduh publik.

Dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menegaskan tak akan minta maaf karena ia hanya merespons sikap Paus Leo terhadapnya.

"Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran. Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Paus Leo tidak akan senang dengan hasil akhirnya," kata Trump pada Senin (13/4), seperti dikutip Associated Press (AP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira dia sangat lemah dalam hal kejahatan dan hal-hal lain, jadi saya tidak akan meminta maaf. Dia mengumumkannya ke publik. Saya hanya menanggapi Paus Leo," ucapnya lagi.

Pernyataan Trump dilontarkan setelah publik mengecam dia atas kritikannya terhadap pemimpin Gereja Katolik sedunia dan atas olokannya terhadap Yesus Kristus.

Trump pada Minggu (12/4) membuat pernyataan tajam mengenai Paus Leo dengan menyebutnya "lemah" dan terlalu "liberal" sehingga tak setuju atas keputusannya memerangi Iran.

"Leo seharusnya bersyukur karena, seperti yang semua orang tahu, dia adalah kejutan yang mengejutkan. Dia tidak ada dalam daftar calon Paus, dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang Amerika, dan mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk menghadapi Presiden Donald J. Trump," tulis Trump di Truth Social.

Paus Leo telah merespons kritikan Trump dengan menyatakan bahwa ia tak ingin berdebat dengan sang Presiden. Meski begitu, ia menegaskan dirinya bukan politisi seperti yang disebut Trump dan menekankan ia tak takut dengan pemerintahan Trump.

"Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump, ataupun untuk menyuarakan pesan Injil dengan lantang, itulah yang saya yakini menjadi tugas saya," kata Paus Leo.

Saat perang AS-Israel vs Iran pecah, Paus Leo menyampaikan khotbah Minggu Palma di Vatikan bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa-doa orang yang berperang. Paus Leo secara terbuka juga mendesak Trump menyudahi konflik di Iran karena menganggap perang tersebut "mengerikan".

Tak lama setelah mengkritik Paus Leo, Trump mengunggah foto di Truth Social yang menggambarkan dirinya bak Yesus Kristus. Foto yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) itu menampilkan Trump mengenakan jubah putih, dengan tangan bercahaya diletakkan ke kepala seorang pria seperti sedang melakukan penyembuhan.

Foto itu lantas menuai kecaman keras dari publik di seluruh dunia. Karena ramainya kritik, Trump pun menghapus unggahan tersebut.

"Saya kira itu adalah gambar saya sebagai seorang dokter. Dokter Palang Merah, yang kami dukung. Hanya berita palsu yang akan menggembar-gemborkan masalah ini," kata Trump ketika ditanya mengenai unggahan foto tersebut.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |