Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump memamerkan Amerika Serikat sukses menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores dari kediamannya pada akhir pekan lalu.
Trump memuji operasi pasukan AS di Venezuela luar biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sangat kompleks, 152 pesawat. Banyak sekali yang bicara soal pasukan darat," kata Trump, dikutip Al Jazeera, Selasa (6/1).
Dia kemudian berkata, "Kami memang mengerahkan banyak pasukan darat, tapi itu luar biasa."
Politikus Republik itu juga mengatakan sebelum operasi, AS mencabut seluruh aliran listrik di Venezuela.
"Di Caracas, tidak ada listrik. Satu-satunya orang yang punya penerangan adalah mereka yang menggunakan lilin, yang saat itu juga padam," katanya.
"Jadi kami sedikit mengejutkan mereka. Tapi itu brilian, brilian secara taktik. Itu hal yang luar biasa."
Trump juga mengatakan dalam operasi itu tak ada tentara yang tewas. Namun, dia menyinggung korban tewas dari pihak lain.
Serangan AS di Caracas menyebabkan 80 orang tewas dan fasilitas sipil hancur. Namun, Trump tak menyampaikan bela sungkawa apapun untuk korban.
Operasi Negeri Paman Sam di Venezuela termasuk menculik Maduro juga menuai kecaman dari komunitas internasional. Mereka menilai AS melanggar hukum international dan piagam PBB.
(isa/rds)

1 day ago
7
















































