Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump mengeklaim Amerika Serikat mengakhiri perang dengan Iran dan sesumbar perjanjian perdamaian bakal segera ditandatangani.
Trump menyampaikan pernyataan itu dalam panggilan telepon yang disiarkan langsung di acara kampanye di Georgia, Kamis (12/6).
"Saya tidak tahu apakah Anda sudah mendengar, tetapi kita mengakhiri perang dengan Iran hari ini," kata Trump, dikutip Politico.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan terpisah, Trump mengatakan Washington dan Teheran sydah menyepakati "nota kesepahaman yang sangat kuat." MoU itu, kata dia akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk kesepakatan perdamaian akhir.
Menurut Trump kesepakatan tersebut akan mengarah ke pembukaan kembali Selat Hormuz secara langsung, sekaligus mewajibkan Iran menghentikan pengembangan kemampuan nuklir.
"Mereka tidak akan punya senjata nuklir, mereka sudah sepakat," kata Trump ke awak media di Gedung Putih.
"Mereka tak hanya tak memiliki, mereka juga tidak akan membeli, mengembangkan dengan cara apa pun, dalam bentuk apa pun, senjata nuklir," imbuh dia.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan Teheran dan Washington berada di tahap akhir untuk menyelesaikan kesepakatan.
"Saat ini, kesepahaman telah tercapai di sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir musyawarah internal," ungkap Baghaei.
Dia tak membenarkan bahwa kesepakatan itu mencakup penghentian program nuklir Iran. Baghaei hanya mengatakan lembaga-lembaga terkait sedang menggelar berlangsung.
"Dengan mengamati secara saksama posisi pihak lain, kami akan mengumumkan sikap kami sesuai dengan keadaan," ujar jubir Kemlu Iran ini.
Iran menjadi perhatian dunia usai Amerika Serikat dan sekutunya Israel menggempur habis-habisan negara tersebut mulai 28 Februari.
Teheran tak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di negara Arab.
AS dan Iran sempat sepakat gencatan senjata pada April dan diperpanjang tanpa rincian waktu. Mereka juga terlibat upaya negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen. Namun, tuntutan dalam negosiasi itu kerap berseberangan sehingga kedua pihak tak mencapai titik temu.
(isa/mik)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
8
















































