Trump Tegaskan AS Butuh Kuasai Greenland, Ini Tujuannya

1 day ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan klaim atas Greenland demi kepentingan keamanan nasional, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, pada Minggu (4/1).

Dalam perjalanan menuju Washington dengan Air Force One, Trump kembali menegaskan tujuan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," ujar Trump, seperti dikutip AFP.

Aksi militer Washington di Venezuela memicu kembali kekhawatiran terkait Greenland, yang berulang kali dikatakan Trump ingin dianeksasi karena lokasi yang strategis di kawasan Arktik.

Para pemimpin Eropa turut terkejut oleh langkah Trump yang mengerahkan militer AS ke Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang kini ditahan di New York.

Trump menyatakan AS akan mengelola Venezuela tanpa batas waktu serta memanfaatkan cadangan minyaknya yang besar.

Ia kembali menekankan bahwa Greenland, yang memiliki kekayaan mineral penting bagi industri teknologi, diperlukan demi keamanan nasional AS.

Dalam wawancara telepon dengan The Atlantic mengenai implikasi operasi militer di Venezuela terhadap Greenland, Trump mengatakan hal itu terserah pihak lain untuk menilainya.

"Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu," ujar Trump.

"Namun kami memang membutuhkan Greenland, tentu saja. Kami membutuhkannya untuk pertahanan," tambah dia.

Pada akhir pekan, Katie Miller, istri penasihat utama Trump, mengunggah gambar bendera Greenland yang diwarnai menyerupai bendera AS dengan keterangan singkat "SEGERA".

Denmark dan Uni Eropa merespons agenda Greenland Trump tersebut dengan kemarahan.

"Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas kepada AS: sungguh tidak masuk akal mengatakan bahwa AS seharusnya mengambil alih Greenland," kata Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

Ia juga menyerukan agar Washington menghentikan "ancaman terhadap sekutu lamanya".

Sementara itu, PM Greenland Jens-Frederik Nielsen mengecam unggahan itu sebagai "tidak menghormati".

"Hubungan antarnegara dan masyarakat dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional, bukan melalui gestur simbolik yang mengabaikan status dan hak kami," ujarnya di X.

Namun ia juga mengatakan "tidak ada alasan untuk panik atau khawatir. Negara kami tidak untuk dijual, dan masa depan kami tidak ditentukan oleh unggahan media sosial".

Menanggapi unggahan itu, Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moeller Soerensen, mengingatkan negaranya, anggota NATO, telah memperkuat keamanan Arktik dan bekerja sama dengan Washington.

"Kami adalah sekutu dekat dan seharusnya terus bekerja sama sebagai sekutu," tulis Soerensen.

(rnp/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |