Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar akan menunda serangan yang menargetkan energi Iran hingga 6 April 2026.
Trump memandang langkah ini perlu dilakukan mengingat klaimnya bahwa AS dan Iran sedang dalam pembicaraan negosiasi damai, meski usulan negosiasi itu ditolak mentah-mentah oleh Teheran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon agar pernyataan ini berfungsi sebagai isyarat saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 Waktu Bagian Timur," tulis Trump di Truth Social, dikutip Al Jazeera, Kamis (27/3).
Dia lalu berujar, "Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain, pembicaraan berjalan dengan sangat baik."
Unggahan ini menandai penundaan terbaru Trump sejak pertama kali mengancam bakal menggempur sistem energi Iran.
Akhir pekan lalu, Trump mengancam untuk menyerang jaringan listrik Iran jika Selat Hormuz tak dibuka dalam waktu 48 jam.
Dia menulis bahwa AS akan menyerang pembangkit energi, "DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU".
Kemudian pada Senin, Trump mengatakan menunda untuk menyerang layanan energi Iran lima hari lagi karena negosiasi mengalami kemajuan.
Trump berulang kali sesumbar pihak Iran bersedia negosiasi dengan AS. Namun, Presiden hingga Menlu membantah mereka bersedia ke meja perundingan.
Komentar Trump muncul usai AS dan sekutunya Israel menggempur Iran habis-habisan sejak Februari 2025.
Operasi mereka menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga.
Iran tak tinggal diam. Mereka membalas serangan ke Israel dan aset militer AS di negara-negara teluk.
AS bakal menuai kritik tajam jika menargetkan pasokan listrik Iran secara sengaja.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
5

















































