Wapres AS JD Vance Dikte Paus Leo XIV: Hati-hati Bicara Teologi

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance 'mendikte' Paus Leo XIV terkait teologi Kristiani.

JD Vance yang merupakan penganut Katolik meminta Paus Leo berhati-hati bicara mengenai ajaran agama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vance sendiri pernah mengatakan bahwa ia adalah seorang yang religius setelah pindah agama ke Katolik. Pernyataannya itu kembali ditegaskan saat ia hadir di sebuah rapat umum Turning Point USA di Georgia pada Selasa (14/4).

Ia sependapat dengan kritikan Paus Leo XIV mengenai isu aborsi dan imigrasi. Namun, Vance mengatakan bahwa Paus keliru ketika mengatakan tokoh politik tidak boleh "menggunakan pedang" karena hal itu bertentangan dengan upaya yang sudah dilakukan AS saat membebaskan Prancis dan melawan kamp konsentrasi Holocaust selama Perang Dunia II.

"Sangat penting bagi Paus untuk berhati-hati ketika ia bicara mengenai hal-hal menyangkut teologi," tutur Vance, dikutip dari USA Today.

Sebelumnya Paus Leo menyatakan di sosial media pada 10 April bahwa setiap orang yang mengaku sebagai murid Yesus "tidak pernah berada di pihak yang memegang pedang dan sekarang menjatuhkan bom."

Vance kemudian mengatakan Paus harus berhati-hati dalam berbicara tentang teologi seperti halnya wakil presiden berhati-hati ketika berbicara tentang kebijakan publik.

"Saya suka bahwa Paus adalah pendukung perdamaian. Saya pikir itu tentu salah satu perannya. Di sisi lain, bagaimana Anda mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah berada di pihak mereka yang menggunakan pedang?" kata Vance.

"Ketika Paus mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah berada di pihak orang-orang yang menggunakan pedang, ada tradisi teori perang yang adil selama lebih dari 1.000 tahun. Tentu saja, kita dapat memiliki perbedaan pendapat tentang apakah konflik ini atau itu adil," ia melanjutkan komentarnya terhadap pernyataan Paus Leo XIV.

JD Vance kemudian mengingatkan Paus Leo XIV harus berhati-hati ketika bicara hal yang menyangkut teologi.

"Anda harus memastikan pendapat itu berlandaskan kebenaran dan itulah salah satu hal yang saya coba lakukan dan itu tentu saja sesuatu yang saya harapkan dari para pendeta," tambah Vance.

Komentar Vance ini menambah panas perseteruan antara pemerintah AS pimpinan Trump dengan Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Leo XIV.

Trump sebelumnya mengkritik Paus Leo XIV yang menyebut Tuhan Yesus menolak doa orang-orang atau pemimpin yang memulai perang. Ia bahkan menuduhnya sebagai seorang yang liberal.

Pernyataan Paus Leo XIV sebagai kritikan atas perang yang dilakukan AS dan Israel melawan Iran.

"Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki Senjata Nuklir. Saya (juga) tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa sangat buruk bahwa Amerika menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan sejumlah besar Narkoba ke Amerika Serikat dan, yang lebih buruk lagi, mengosongkan penjara mereka, termasuk para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat, ke negara kami," tulis Trump di Truth Social, Minggu (12/4) malam.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |