CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 18:05 WIB
Wapres Venezuela Delcy Rodriguez ajak AS kerja sama setelah Presiden Nicolas Maduro dibui Donald Trump. (AFP/JUAN BARRETO)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Presiden yang kini jadi pelaksana tugas presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada pada Minggu (4/1) ajak Amerika Serikat kerja sama, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh pasukan AS.
"Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional guna memperkuat kehidupan bersama yang damai dan berkelanjutan," ujar Rodriguez dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial AS, Instagram, seperti dikutip Anadolu Agency.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan Venezuela memprioritaskan terwujudnya hubungan internasional yang seimbang dan saling menghormati dengan AS, serta dengan negara-negara lain di kawasan yang berlandaskan pada kesetaraan kedaulatan dan prinsip non-intervensi.
"Presiden Donald Trump, rakyat kami, dan kawasan kami layak mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang," ujar Rodriguez.
"Ini selalu menjadi pesan Presiden Nicolas Maduro, dan inilah pesan seluruh Venezuela saat ini," tambah dia.
Pada Minggu sebelumnya, Trump menanggapi pertanyaan mengenai Rodriguez dengan mengatakan bahwa ia "bersikap kooperatif."
Namun, Trump juga memperingatkan bahwa Rodriguez dapat menghadapi kondisi yang "mungkin lebih buruk daripada yang dialami Maduro" jika tidak bekerja sama.
"Kami membutuhkan akses penuh. Kami membutuhkan akses terhadap minyak dan hal-hal lain di negara mereka yang memungkinkan kami membangun kembali negara tersebut," kata Trump ketika ditanya apa yang ia butuhkan dari Rodriguez.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn.
Mereka menghadapi dakwaan federal AS yang berkait dengan perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok yang dikategorikan sebagai organisasi teroris.
Maduro membantah tuduhan tersebut, sementara para pejabat di ibu kota Venezuela, Caracas, menyerukan agar pasangan itu segera dibebaskan.
(rnp/bac)

1 day ago
11















































