Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Greenland akan ikut serta dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan para pejabat Denmark pekan depan, menyusul klaim Presiden Donald Trump yang ngotot ingin memiliki wilayah itu.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt pada Rabu (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu kami akan ambil bagian. Kami yang mengajukan permintaan pertemuan ini," kata Motzfeldt kepada penyiar publik Denmark DR setelah Rubio mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut akan digelar.
Motzfeldt mengatakan ia berharap pertemuan tersebut "dapat mengarah pada normalisasi hubungan" dengan Amerika Serikat.
"Greenland membutuhkan Amerika Serikat, dan Amerika Serikat membutuhkan Greenland dalam konteks keamanan di kawasan Arktik," ujarnya.
Gedung Putih menyatakan Presiden Trump telah "secara aktif membahas" kemungkinan membeli Greenland dengan timnya.
Trump disebut lebih mengutamakan jalur diplomasi, namun tidak menutup opsi penggunaan kekuatan militer untuk meraih keinginannya ini.
Dikutip AFP, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen pada Selasa mengatakan pertemuan dengan Menlu AS itu diharapkan dapat "meluruskan sejumlah kesalahpahaman".
Ia juga membantah klaim Trump bahwa Kopenhagen mengabaikan aspek keamanan di kawasan Arktik.
Dalam setahun terakhir, Denmark telah berinvestasi besar-besaran di sektor keamanan, dengan mengalokasikan sekitar 90 miliar kroner atau setara US$14 miliar.
The Wall Street Journal melaporkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa opsi yang paling diinginkan Trump adalah membeli Greenland dari Denmark, seraya menegaskan bahwa AS tidak akan menginvasi wilayah itu dalam waktu dekat.
(rds)

1 day ago
6















































