Xi Jinping, Putin dan Erdogan Akan Bertemu di Tengah Sanksi AS ke Iran

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan bertemu di Kirgistan pada Senin (31/8) ini, di tengah sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.

Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Oganisasi Keja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organisation/SCO).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga dijadwalkan bergabung dalam KTT SCO tersebut.

SCO merupakan blok ekonomi yang berupaya menjadi penyeimbang pengaruh kekuatan ekonomi Barat. Negara-negara yang tergabung antara lain Rusia, China, India, Pakistan, Iran, dan negara-negara dari Asia Tengah serta Belarus.

Tiba di Bishkek pada Minggu, Xi Jinping menyambut baik apa yang disebutnya sebagai "masa keemasan" dalam hubungan dengan Kirgistan di Asia Tengah. Itu seiring langkah China memperdalam pengaruhnya di kawasan yang secara historis didominasi oleh Rusia tersebut.

Putin dan Xi sebelumnya telah memanfaatkan KTT SCO untuk mempromosikan visi mereka tentang dunia multipolar dan menunjukkan sikap bersatu dalam menghadapi Barat.

Putin, Xi, dan Pezeshkian, serta Narendra Modi dari India dan Shehbaz Sharif dari Pakistan, dijadwalkan mengikuti sidang pleno yang dipimpin oleh pemimpin Kirgistan, Presiden Sadyr Japarov.

Recep Tayyip Erdogan dari Turki juga dijadwalkan hadir, meskipun negaranya bukan anggota resmi, dikutip dari AFP.

Juru bicara Kremlin Yuri Ushakov mengatakan bahwa Putin diperkirakan akan mengadakan pembicaraan bilateral terpisah dengan Pezeshkian dari Iran dan Xi dari China, di antara para pemimpin lainnya.

Rusia dan Iran merupakan dua negara yang paling banyak dijatuhi sanksi ekonomi di dunia. Kedua negara telah mempererat hubungan militer dan ekonomi mereka secara signifikan sejak Moskow menginvasi Ukraina.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Moskow dan Beijing agar tidak mempersenjatai Iran.

Pertemuan Putin dengan Pezeshkian terjadi beberapa hari setelah Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan langka ke Moskow. Sejumlah media AS berspekulasi bahwa Ratcliffe kemungkinan membahas masalah Ukraina dan Iran dengan rekan-rekan sejawatnya dari Rusia.

Secara historis, SCO berfokus pada isu-isu ekonomi, namun telah mendapatkan momentum dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Moskow dan Beijing.

Selain 10 anggotanya, organisasi ini kini memiliki 15 "mitra dialog", termasuk Turki, Arab Saudi, dan Qatar. SCO juga memiliki dua negara pengamat yaitu Afghanistan dan Mongolia.

Deklarasi pendirian SCO menegaskan bahwa kelompok tersebut "bukan aliansi yang ditujukan untuk melawan negara lain."

Namun, Putin dan Xi berulang kali menyampaikan pidato yang bermuayan anti-Barat dalam berbagai pertemuan puncaknya.

Pada pertemuan tahun lalu, Putin menuduh negara-negara Barat memicu perang Ukraina, sementara Xi mengecam "tindakan intimidasi", yang merujuk pada ketegangan antara AS dan China.

(bac)

placeholder

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |