Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membantah adanya keterkaitan dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus pelaku kejahatan seksual Amerika Serikat Jeffrey Epstein.
Bantahan itu muncul setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis dokumen berisi pertukaran email 14 tahun lalu yang menyebut nama Anwar.
"Hari ini saya baru mengetahui ada pihak luar yang ingin bertemu dan 'mencatut' nama saya dalam sebuah email yang terkait dengan kasus Epstein," tulis Anwar dalam unggahan Facebook, seperti dikutip CNA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, sebagaimana disebutkan dalam email itu, kejadiannya sudah lebih dari satu dekade lalu, dan saya sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan pihak-pihak yang saling berkirim email itu, terutama Epstein," tambah dia.
Pernyataan Anwar muncul setelah sayap pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) mendesaknya memberikan klarifikasi atas dugaan keterkaitan dengan Epstein.
Dokumen itu dirilis DOJ sebagai bagian dari upaya keterbukaan terkait penyelidikan kasus Epstein.
Dalam unggahan Facebook-nya, Anwar juga menegaskan dirinya telah menjelaskan isu itu dengan menyertakan tagar #DoneExplain.
"Baiklah, saya akan melanjutkan jalan-jalan di Johor Bahru," tulis Anwar, yang juga menambahkan emoji mual setelah menyebut nama Epstein.
Sebelumnya pada Jumat lalu, Anwar muncul bersama sejumlah tokoh dunia lain, termasuk Bill Gates dan mantan Pangeran Inggris Andrew, dalam materi terkait Epstein yang dipublikasikan DOJ.
Dalam cuplikan email pada 21 Februari 2012, memperlihatkan seorang rekan Epstein yang identitasnya dirahasiakan mempertanyakan perlunya pertemuan antara Anwar dan "Jes."
Pertemuan itu dilakukan untuk membahas potensi keuntungan bagi JPM, merujuk pada JPMorgan Chase dan Jes Stanley yang saat itu menjabat CEO bank investasinya.
Saat itu, Anwar adalah pemimpin oposisi dan sedang mempersiapkan pemilu Malaysia 2013. Dia baru menjadi perdana menteri satu dekade setelahnya, yakni pada 2022.
"Perlukah kita mengatur pertemuan pribadi untuk Jes dengan Anwar? Jika ia menjadi perdana menteri Malaysia, ia akan membereskan banyak hal dan bisa menjadi tambang emas bagi JPM," tulis rekan Epstein itu, yang namanya disamarkan oleh Departemen Kehakiman.
"Saya mengenal Anwar dengan baik, selalu dekat dengannya selama bertahun-tahun meski banyak yang mengatakan ia sudah tamat dan tak mungkin kembali. Sekarang tampak berbeda," lanjutnya.
Epstein kemudian membalas dengan menyarankan pertemuan pada Mei tahun itu, menanyakan rencana perjalanan Anwar ke AS atau Eropa, serta mengusulkan agar peluang pembuatan film Hollywood di Malaysia dijadikan daya tarik.
"Kamu bisa mengatakan kepadanya bahwa Woody Allen bersama saya di Paris, dan banyak negara menawarkan dana agar ia membuat film di negara mereka," ujarnya.
Tidak ada indikasi dari email yang dirilis bahwa Anwar sendiri ikut serta atau bahkan mengetahui percakapan dalam email tersebut.
Meski demikian, kemunculan namanya memicu spekulasi di media sosial Malaysia.
(rnp/dna)

3 hours ago
1
















































