Jakarta, CNN Indonesia --
Wali Kota New York Zohran Mamdani memerintahkan penutupan seluruh jaringan lalu lintas kota, imbas badai salju besar pada Minggu (22/2).
Mamdani mengatakan jalan raya dan jembatan akan ditutup pada Minggu mulai pukul 9 malam hingga Senin (23/2) pukul 12 siang waktu setempat.
"Kota New York belum pernah menghadapi badai sebesar ini dalam dekade terakhir," kata Mamdani yang menjelaskan keadaan darurat itu, dikutip CNA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta warga New York untuk menghindari semua perjalanan yang tidak penting," tambah dia.
Larangan ini tidak berlaku bagi para pekerja penting atau warga New York yang perlu bepergian karena keadaan darurat.
Sementara itu, puluhan juta warga AS, dari ibu kota Washington hingga negara bagian utara Maine, bersiap menghadapi perkiraan salju hingga 60 cm di sejumlah wilayah.
Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) melaporkan kondisi badai salju akan dengan cepat terjadi dari Maryland hingga New England bagian tenggara. Kondisi itu akan membuat perjalanan sangat berbahaya.
Pada puncak badai salju diperkirakan dapat turun dengan kecepatan 5 cm hingga 7,5 cm per jam, dengan hampir 54 juta orang berada di jalur badai itu.
Pada Minggu malam, badai telah mulai menerjang New York, mengurangi jarak pandang hingga sejumlah gedung pencakar langit di Wall Street nyaris tidak terlihat dari wilayah tetangga Brooklyn.
Sementara itu, menurut prakiraan cuaca, pemadaman listrik kemungkinan akan terjadi, karena salju lebat dan hembusan angin kencang.
Menurut situs web pelacak poweroutage.us, hingga pukul 19.30 waktu setempat, setidaknya 22.895 pelanggan mengalami pemadaman listrik di negara bagian New Jersey.
Seorang warga Brooklyn, Brandon Smith (33) mengeluhkan tempat kerjanya tetap buka, meski jalanan ditutup.
"Akan sulit bagi sebagian besar warga New York untuk bepergian karena kita masih harus pergi bekerja," ujarnya.
"Sangat disayangkan (jalan-jalan) ditutup sementara panggilan pekerjaan tidak akan berhenti," tambah dia.
NWS memperingatkan salju lebat, angin kencang, dan jarak pandang rendah diperkirakan akan menyebabkan kondisi perjalanan yang berbahaya hingga tidak mungkin dilakukan.
Menurut lembaga itu, hembusan angin hingga 100 km/jam diperkirakan terjadi pada Minggu malam hingga Senin.
(rnp/dna)

11 hours ago
6

















































