Eks Presiden Filipina Duterte Mendadak Lupa Ingatan Jelang Sidang ICC

7 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte disebut mengalami hilang ingatan parah, yang menyebabkan dia sampai-sampai terkadang lupa nama pengacaranya.

Kondisi ini diungkapkan tim pembela yang sedang mempersiapkan kasus Duterte di sidang Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC).

Dilansir AFP, Duterte yang kini berusia 81 tahun, menghadapi dakwaan kejahatan kemanusiaan terkait kebijakan "perang melawan narkoba" ketika dia menjabat sebagai presiden. Kebijakan itu menyebabkan ribuan orang tewas di luar hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sidang Duterte dijadwalkan mulai pada 30 November mendatang. Namun para hakim sedang mempertimbangkan apakah dia secara mental layak untuk diadili dan telah memerintahkan pemeriksaan medis oleh tiga orang ahli.

Menurut dokumen pembelaan setebal 13 halaman, Duterte disebut mengalami gangguan ingatan yang signifikan, yang menghambatnya untuk menyimpan informasi terkini dan mengingat kembali ingatan lama.

"Hal ini membuatnya tidak mungkin untuk terlibat dalam kasus ini, apalagi memberikan instruksi yang tepat kepada Ketua Tim Pembela, yang namanya saja terkadang ia lupa," kata Ketua Tim Pembela Peter Haynes.

Dalam dokumen pengajuannya, Haynes menyatakan gangguan ingatan tersebut membuat tim pengacaranya mustahil menyusun pembelaan karena mereka tak bisa mengandalkan keterangan yang disampaikan Duterte. Gangguan mental semacam itu juga akan memengaruhi potensi pembelaan di ruang sidang.

Namun para ahli tidak dapat memastikan apakah hasil pemeriksaan Duterte tersebut disebabkan oleh "tindakan berpura-pura sakit (malingering) atau kurangnya motivasi atau ketidakmampuan yang nyata untuk menyelesaikan tes akibat kondisi neurologis yang mendasarinya.

Pihak pembela mengutip sejumlah hasil pemeriksaan yang menurut mereka menunjukkan bahwa Duterte mengira dirinya hidup di tahun 2007 atau 2008, merasa berusia 84 atau 85 tahun, serta tidak dapat mengingat nama presiden Amerika Serikat saat ini.

"Sebagai contoh, jika ia tidak dapat mengingat kapan terakhir kali ia terpilih di Filipina, maka kesimpulan bahwa Duterte mampu memberikan kesaksian yang akurat untuk pembelaan dirinya sendiri tentu tidak masuk akal," ujarnya.

Sejak penangkapan dan pemindahannya ke Den Haag di Belanda, Duterte hanya terlihat satu kali dalam sidang perdana yang dilakukan lewat sambungan video. Dia tampak linglung dan bingung, begumam saat mengonfirmasi namanya, serta terlihat sempat tertidur selama sidang berlangsung.

Sejak saat itu, tim pembela telah mengajukan permohonan agar Duterte diizinkan tidak hadir dalam sidang-sidang berikutnya karena alasan kesehatan.

Duterte menghadapi tiga dakwaan dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Jaksa menuduhnya terlibat dalam 76 kasus pembunuhan antara tahun 2013 dan 2018.

(bac)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |