Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mendadak gelar rapat darurat pada besok, Kamis (17/9) setelah tarif dasar listrik di Malaysia melonjak.
Anwar bakal menggelar rapat dengan Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air (PETRA), Komisi Energi (ST), Tenaga Nasional Berhad (TNB), dan Kementerian Keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah MADANI besok akan mengadakan pertemuan khusus untuk mengkaji langkah-langkah mitigasi segera untuk mengurangi dampak kenaikan tagihan listrik terhadap isi rumah yang terkena dampak," kata dia di media sosial Instagram, Rabu
Pemerintah, lanjut Anwar, memastikan setiap langkah penargetan subsidi dilaksanakan secara adil dan wajar, dengan selalu mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Anwar baru saja mengunjungi India untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi BRICS dan ke Maladewa untuk kunjungan bilateral.
"Sepulang dari India dan Maladewa, perhatian saya terus tertuju pada kegelisahan masyarakat terhadap kenaikan tagihan listrik belakangan ini," kata Anwar
"Saya mendengar keluhan yang disuarakan dan masalah ini perlu ditangani dan diatasi segera," imbuh dia.
Lebih lanjut, PM Malaysia itu menegaskan upaya penargetan subsidi terus dipertahankan untuk melindungi sebagian besar masyarakat.
Dia juga mengatakan sekitar 80 persen konsumen domestik yang menggunakan listrik tak melebihi 600 kilowatt-jam (kWh) per bulan tetap terlindungi dan tidak terpengaruh oleh kenaikan tarif menyusul kenaikan harga bahan bakar tahun ini.
Anwar juga menyoroti kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu pemicu warga meningkatkan konsumsi listrik.
"[Ini] menyebabkan konsumsi bulanan mereka melebihi 600 kWh dan karenanya tunduk pada Penyesuaian Biaya Bahan Bakar Otomatis (AFA)," ungkap dia.
Kenaikan harga listrik di Malaysia terjadi di tengah krisis bahan bakar imbas konflik di Timur Tengah.
Penyesuaian Biaya Bahan Bakar Otomatis (AFA) melaporkan mereka bukan penyebab listrik naik. Badan ini menggunakan mekanisme dua arah yang menyesuaikan biaya listrik sesuai dengan perubahan biaya bahan bakar dan nilai tukar mata uang asing.
Saat harga bahan bakar turun, konsumen menerima potongan harga. Sedangkan saat BBM naik, konsumen akan dikenai biaya tambahan.
(isa/bac)

5 hours ago
2















































