Gereja Rusia Kirim Jasad Pangeran Abad 14 ke Ukraina Demi Bisa Menang

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Gereja Ortodoks Rusia mengirimkan fragmen sisa-sisa jenazah seorang pangeran pejuang abad ke-14 kepada pasukan Rusia yang sedang bertempur di Ukraina.

Tujuannya demi "memperkuat secara spiritual" para prajurit dan membantu mereka meraih kemenangan, dikutip dari The Guardian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasad itu berupa relik sebagian tangan kanan Dmitry Donskoy, pangeran abad ke-14 yang dihormati di Rusia karena kemenangannya atas Gerombolan Emas Mongol pada tahun 1380.

Gereja Ortodoks Rusia menyatakan, "Panglima suci akan pergi ke tempat di mana nasib tanah air ditentukan hari ini, agar ia dapat secara tak terlihat mengambil tempatnya di barisan pertempuran yang sama dengan para pembela kita."

Peninggalan tersebut pertama kali dibawa pada hari Selasa (8/9) ke monumen peringatan perang Saur-Mogila di wilayah Donetsk yang diduduki Rusia, tempat para pemuka agama Ortodoks senior mengadakan kebaktian doa bersama perwakilan militer Rusia.

Pemimpin tertinggi gereja Ortodoks Rusia, Metropolitan Vladimir dari Donetsk dan Mariupol, yang diangkat oleh Rusia mengatakan bahwa kehadirannya akan membantu tentara dan warga sipil untuk "memobilisasi kekuatan mereka" dan mengamankan kemenangan atas musuh.

Perjalanan jasad itu digambarkan sebagai contoh terbaru dari dukungan fanatik Gereja Ortodoks Rusia terhadap perang di Ukraina.

Sejak Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, hierarki gereja telah sangat terlibat dalam upaya perang tersebut.

Para imam telah dikirim ke unit-unit militer dan wilayah pendudukan, sementara gereja-gereja di seluruh Rusia telah diinstruksikan untuk membacakan doa-doa memohon kepada Tuhan untuk memberikan kemenangan.

Putin juga dinilai semakin dekat dengan Gereja Ortodoks Rusia selama lebih dari dua dekade kekuasaannya, secara pribadi menghadiri upacara yang menandai penggalian tersebut.

Namun para kritikus menuduh gereja melanggar protokol keagamaan dengan membuka makam Dmitry Donskoy yang berusia berabad-abad. Lokasi pemakaman pangeran itu telah lama diketahui, tetapi gereja sebelumnya tidak berupaya menggali jenazahnya setelah ia dikanonisasi pada tahun 1988.

Alexander Zanemonets, seorang pendeta Ortodoks dan sejarawan yang berbasis di luar Rusia, mengatakan bahwa keputusan untuk menggali kembali relik tersebut hampir empat dekade setelah kanonisasi Donskoy tampaknya didorong oleh tuntutan patriotisme masa perang.

Ia menulis dalam sebuah artikel untuk lembaga kajian Carnegie : "Pada tahun kelima perang, kepemimpinan gereja di Moskow mulai bertanya-tanya apa lagi yang dapat mereka lakukan untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap apa yang disebut Rusia sebagai 'operasi militer khusus'."

Zanemonets mengatakan penggambaran Donskoy sebagai pembela tanah air sangat sesuai dengan penegasan Kremlin bahwa Rusia sedang membela diri dan bukan melakukan perang agresi terhadap negara tetangganya.

(imf/bac)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |