Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 42 pesawat Amerika Serikat dari berbagai jenis rontok saat perang melawan Iran sejak 28 Februari.
Laporan tersebut dibuat oleh Layanan Riset Kongres (Congressional Research Service/CRS), lembaga khusus yang membuat laporan sebagai bahan untuk Kongres AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut adalah daftar 42 pesawat sayap tetap atau sayap putar (baling-baling), termasuk pesawat tanpa awak (drone), yang dilaporkan hilang atau rusak dalam Operasi Enduring Freedom (OEF), menurut laporan berita dan pernyataan dari Departemen Pertahanan AS dan Komando Pusat AS (CENTCOM)," demikian tertulis dalam laporan CRS, dikutip dari USNI.
Laporan tersebut membeberkan kehilangan hingga kerusakan parah pesawat-pesawat militer AS sejak perang 28 Februari hingga 13 Mei
"Jumlah pesawat yang rusak atau hancur mungkin masih dapat berubah karena berbagai faktor, yang mungkin termasuk klasifikasi, aktivitas pertempuran yang sedang berlangsung, dan atribusi," tambah keterangan dari CRS.
Lebih lanjut, laporan CRS membeberkan jenis jet tempur hingga drone AS yang rusak atau hilang akibat perang melawan Iran.
Jet-jet tempur tersebut antara lain empat unit F-15E, F35A Lightning II (satu unit), A-10 Thunderbolt (satu unit), KC-135 Stratotanker (tujuh unit), E-3 Sentry AWACS (satu unit), MC-130J (dua unit), dan helikopter HH-60W Jolly Green (satu unit).
Sementara drone yang hilang atau rusak antara lain MQ-9 Reaper (24 unit) dan MQ-4C Triton (satu unit).
Laporan itu belum termasuk data kehilangan helikopter Apache AS yang jatuh dekat Selat Hormuz karena baru terjadi setelah laporan tersebut dikompilasi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Apache tersebut jatuh karena ditembak oleh Iran.
"Saya baru saja diberitahu oleh militer kami bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih, saat berpatroli di Selat Hormuz," tulis Trump di media sosial.
"AS harus merespons ini," imbuhnya.
Tak lama usai melontarkan tuduhan tersebut, militer AS langsung melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran di dekat Selat Hormuz.
Serangan AS itu segera dibalas Iran dengan melancarkan ke fasilitas militer Washington di negara-negara Teluk.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

18 hours ago
5














































