Malunya AS, Rakyat Greenland Tolak Konsulat-Gelar Demo saat Pembukaan

7 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) membuka perwakilannya, konsulat, di Greenland pekan ini.

Namun, pembukaan konsulat seluas 3 ribu meter persegi di Kota Nuuk itu justru disambut protes rakyat Greenland.

Mengutip dari Anadolu, ratusan massa aksi menggelar unjuk rasa di depan komplek konsulat tersebut, Kamis (21/5). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Viral pula sejumlah rekaman cuplikan aksi di kota Nuuk tersebut. Salah satunya yang menampilkan para demonstran yang berteriak-teriak yel-yel menolak perwakilan Amerika tersebut.

"Pulanglah AS!" demikian salah satu teriakan yang diserukan para demonstran.

"Kami tak menginginkan uangmu," demikian tulisan yang terpampang dalam spanduk dibawa demonstran.

"Greenland adalah milik Rakyat Greenland," tulisan spanduk yang lain.

Pemimpin demonstran, Aqaluluk Fontain, mengatakan, "Kami tak ingin menjadi rakyat Amerika. Kami ingin dihormati dan berdaulat!"

"Kami minta hak untuk tetap ada tanpa ancaman, tekanan, atau fantasi imperialis," sambung Fountain.

Resepsi peresmian pos diplomatik itu terlihat dihadiri para tamu. Namun, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyatakan memutuskan tak hadir dalam upacara peresmian gedung baru konsulat di Nuuk tersebut.

Bukan cuma Nielsen, surat kabar lokal Sermitisiaq, juga memberitakan banyak pejabat dan tokoh yang diundang menolak hadir karena ketegangan usai Presiden AS Donald Trump mengutarakan rencana mencaplok Greenland.

Salah satu yang menolak memenuhi undangan adalah anggota parlemen Naaja H Nathanielsen.

Saat ini Greenland adalah wilayah semi-otonom Denmark, dan sedang memperjuangkan kemerdekaannya secara penuh.

Wilayah yang berada di Arktik ini kaya akan sumber daya alam, termasuk mineral yang jadi komoditas dicari dunia.

Trump: Hello Greenland

Sementara itu pada Jumat (22/5), Presiden AS Donald Trump lewat unggahan di akun media sosialnya, Truth Social, mengunggah gambar yang diduga dibuat pakai akal imitasi (AI).

Gambarnya sedang melihat kawasan Arktik, dan ada keterangan gambar atau caption: Hello, Greenland.

Duta Besar AS untuk Denmark Ken Howery mengatakan yang berada di pembukanan konsulat itu mengaku negaranya menolak penggunaan kekerasan. Menurutnya, masa depan Greenland harus diputuskan rakyat wilayah itu sendiri.

Terlepas dari jaminan tersebut, pembukaan itu menyoroti meningkatnya penolakan publik dan keresahan politik atas perluasan kehadiran AS di pulau tersebut.'

Konsulat AS di Greenland itu aktif kembali setelah sekitar 70 tahun hiatus.

"Konsulat baru ini mendemonstrasikan komitmen jangka panjang kami untuk Greenland," kata Howerysaat upacara pembukaan konsulat.

"Apapun masa depan yang kalian pilih, kami akan selalu menjadi tetangga dan berdiri di sisi kalian sebagai sekutu dan mitra," imbuhnya.

Utusan Khusus AS untuk Greenland, Jeff Landry yang juga hadir di pembukaan konsulat itu membeberkan kunjungannya lewat unggahan di akun media sosial X.

"Selama kunjungan kami ke Greenland, kami berkesempatan bertemu dengan Vivian Motzfeldt, Aaja Chemnitz, dan berbagai pemimpin politik dan bisnis untuk membahas kerja sama AS-Greenland dalam hal keamanan, pembangunan ekonomi, dan kepentingan strategis bersama di Arktik. Kami menghargai keramahan yang hangat dan berharap dapat melanjutkan percakapan penting ini di bulan-bulan mendatang," katanya di akun X tersebut.

(tim/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |