Jakarta, CNN Indonesia --
Masjid terbesar di Australia, Lakemba Mosque di barat daya Sydney, memperketat pengamanan setelah menerima surat ancaman ketiga melalui pos.
Surat tersebut diterima pada Rabu (18/2), sehari sebelum bulan suci Ramadan dimulai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Lebanese Muslim Association (LMA), Gamel Kheir, mengatakan ada "kegelisahan yang meningkat" di tengah komunitas Muslim di sana menyusul ancaman terbaru itu. LMA merupakan organisasi yang mengelola Masjid Lakemba.
"Kami menerima begitu banyak pertanyaan tentang apakah aman untuk pergi salat. Itu bukan pertanyaan yang seharusnya diajukan oleh warga Australia mana pun," ujar Kheir.
Surat terbaru, yang telah dilihat oleh ABC, memuat gambar babi buatan tangan serta ancaman untuk membunuh "ras Muslim".
Surat itu juga merujuk pada pelaku penembakan massal di Masjid Christchurch, Selandia Baru, pada 2019 lalu.
Berbicara kepada wartawan pada Kamis (19/2), Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon mengonfirmasi bahwa ia telah melihat surat tersebut.
"Polisi setempat sudah datang dan berbicara dengan pihak masjid. Kami telah mengamankan surat itu dan sedang melakukan penyelidikan," kata Lanyon.
Ia menambahkan bahwa petugas dari Operation Shelter bersama aparat kepolisian setempat juga melakukan patroli di lokasi tersebut.
"Kami memberikan dukungan signifikan kepada komunitas Muslim selama Ramadan," ujarnya.
Awal bulan ini, surat serupa juga dikirim ke masjid tersebut, dengan gambar bangunan masjid terbakar.
Pada akhir Januari, staf masjid menerima surat ancaman lain yang secara khusus menargetkan komunitas Timur Tengah dan masyarakat pribumi, serta sejumlah tokoh politik.
Seorang pria berusia 70 tahun telah didakwa terkait surat tersebut dan kasusnya masih bergulir di pengadilan.
Diperkirakan hingga 5.000 orang akan menghadiri Lakemba Mosque setiap malam selama Ramadan, dan hingga 50.000 orang pada hari terakhir menjelang Idulfitri.
"Kami tidak terbiasa harus menyediakan pengamanan untuk jumlah orang sebanyak ini," kata Kheir.
Asosiasi tersebut telah secara resmi menyurati pemerintah untuk meminta tambahan pendanaan, yang akan digunakan untuk menambah petugas keamanan serta memasang kamera CCTV tambahan di sekitar masjid.
Kheir mengatakan polisi "sangat mendukung" dan telah meningkatkan kehadiran mereka di tempat ibadah tersebut, namun peningkatan keamanan saja tidak akan sepenuhnya menyelesaikan masalah.
"Sejak insiden mengerikan di Bondi ... komunitas Muslim secara kolektif seolah dimintai pertanggungjawaban atas tindakan dua individu," katanya.
"Pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi semua warga Australia ... saya melihat ada keheningan dan semacam kehati-hatian untuk mengeluarkan pernyataan resmi atau kecaman atas apa yang sedang terjadi saat ini."
Menteri Utama New South Wales Chris Minns mengatakan penting agar Ramadan dapat dijalankan dengan "aman dan tenteram".
"Ini adalah waktu yang penting dan istimewa bagi warga Australia Muslim," katanya.
"Saya ingin menegaskan bahwa Polisi NSW dan pemerintah hadir untuk semua orang, untuk melindungi cara hidup Anda, memastikan Anda dapat menjalankan ibadah dan berkumpul bersama keluarga serta komunitas pada momen ini."
(rds)

8 hours ago
8

















































