Pemakaman Ali Khamenei Dikawal Korps Mohammad Rasulollah, Apa Itu?

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Jutaan orang diperkirakan hadir menyaksikan dan ikut dalam iring-iringan pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang akan berlangsung hingga 9 Juli di Komplek Makam Ali Reza, Mashad, timur Teheran.

Sebelum pemakaman ada proses penghormatan sejak 4 Juli, di mana jenazah Khamenei disemayamkan di Grand Mosalla di Teheran sejak Sabtu (4/7).

Sejak disemayamkan, puluhan ribu warga Iran memadati kompleks salat Imam Khomeini Grand Mosalla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga yang mengenakan pakaian serba hitam dan membalut diri dengan bendera merah-putih-hijau Iran mengangkat foto Khamenei serta putranya, Mojtaba Khamenei, yang telah ditetapkan sebagai penerus kepemimpinan tertinggi negara.

Ribuan pelayat terus berdatangan. Mereka memukul dada, menangis, dan mengibarkan bendera Republik Islam Iran. Para perempuan mengenakan cadar hitam, sementara sebagian memakai pelindung wajah berwarna putih atau membawa payung untuk menghindari terik matahari pagi.

"Mari kita menangis!" seru seorang pembawa acara melalui pengeras suara, mengajak massa larut dalam suasana duka, sebagaimana dilansir Reuters.

Di tengah prosesi, terdengar pula pekikan "Matilah Amerika" yang menggema di seluruh aula salat.

Otoritas Iran memperkirakan perhelatan ini akan dihadiri oleh 12 hingga 20 juta pelayat.

Skala persiapan yang dilakukan pun disebut-sebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah upacara kenegaraan di Iran, yang meliputi penyediaan ribuan posko pelayanan peziarah (mawkib), fasilitas akomodasi yang mampu menampung lebih dari satu juta pengunjung, serta pengalihan rute di pusat kota Teheran yang dirancang khusus untuk mengendalikan kepadatan massa.

Guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara, Korps Mohammad Rasulollah yang berbasis di Teheran, unit provinsi utama di bawah Korps Garda Revolusi Islam, diterjunkan langsung untuk memimpin jalannya operasi pengamanan tersebut.

Siapa Korps Mohammad Rasulollah?

Korps ini awalnya bernama Divisi ke-27 Mohammad Rasulullah yang dibentuk selama Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an oleh tokoh militer seperti Ahmad Motevasselian dan Mohammad Ebrahim Hemmat.

Pada tahun 2008, divisi ini digabungkan dengan milisi Basij Teheran untuk membentuk korps tingkat provinsi yang membawahi wilayah Teheran Raya.

Mereka beroperasi di bawah koordinasi Markas Besar Keamanan Sarallah, korps ini bertanggung jawab atas keamanan ibu kota dan sering kali menggelar latihan atau manuver militer di wilayah tersebut.

Saat ini Korps Mohammad berada di bawah pimpinan Hassan Hassanzadeh, militer dari Korps Garda Revolusi Iran. Dia menjabat Korps Mohammad sejak 2020, dengan tugas utama bertanggung jawab mengawasi operasi keamanan internal dan pengerahan pasukan di Teheran.

Pasukannya sering dikerahkan dalam operasi anti-kerusuhan dan penindakan protes massal di ibu kota, serta memimpin unit seperti milisi Basij.

Dia juga dikenal sebagai tokoh garis keras yang vokal menentang campur tangan Amerika Serikat dan Israel, serta secara terbuka pernah menyerukan pembubaran rezim, seperti dikutip dari United Againts Nuclear Iran.

(imf/dna)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |