Jakarta, CNN Indonesia --
Prosesi iring-iringan peti jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dimulai pada Senin (6/7), usai disemayamkan di Ibu Kota Teheran selama dua hari.
Media televisi pemerintah Iran IRIB, yang dikutip AFP, melaporkan iring-iringan itu dimulai dari Teheran menuju Qom, dengan disambut kerumuman warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan media itu, warga berkumpul di Lapangan Imam Hussein di Teheran timur untuk menyaksikan iring-iringan peti jenazah Khamenei. Mereka juga terlihat menggantung patung tiruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Kami meminta masyarakat untuk pergi dengan damai ke Lapangan Azadi tempat prosesi diperkirakan akan berlangsung," kata Jenderal Hassan Hassanzadeh, komandan senior Garda Revolusi Iran.
Selama proses Khamenei pekan ini, prosesi pemakaman akan dilanjutkan di Kota Qom hingga 7 Juli dan kemudian diterbangkan ke ke kota-kota suci Syiah Irak, seperti Najaf dan Karbala, pada 8 Juli. Kemudian pada 9 Juli, jenazah Khamenei akan kembali ke Iran dan dimakamkan di kota suci Mashad.
Kerumunan orang yang ingin menyaksikan jenazah Khamenei dilaporkan akan lebih banyak dari pendahulunya Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989. Pemerintah telah mengimbau warga untuk tertib sehingga tidak ada kekacauan.
Di prosesi pemakaman Khomeini dulu, sebanyak 10 orang meninggal dan 10.000 orang terluka karena kerusuhan massa. Saat itu warga menyerbu kendaraan, merobek kain kafan Khomeini, dan bahkan jenazahnya sempat jatuh.
Pihak berwenang akhirnya memutuskan mengangkut peti Khomeini menggunakan helikopter untuk menghindari kekacauan lebih parah.
Khamenei tewas dalam serangan brutal Israel-Amerika Serikat pada akhir Februari lalu. Setelah insiden tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan hingga memicu perang berbulan-bulan.
Iran terus menunda prosesi pemakaman itu kemungkinan karena pertempuran yang masih terjadi dan dalam situasi yang aman.
Saat ini, AS- Iran sedang dalam masa gencatan senjata dan terus mengupayakan negosiasi untuk betul-betul mengakhiri perang.
Prosesi pemakaman hingga kehadiran jutaan warga memberi kesempatan Iran menunjukkan ketahanan, kesatuan, dan kemenangan usai digempur AS-Israel selama lebih dari dua bulan.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
2

















































