Serangan Drone Rusia Hantam Mal Ukraina, 16 Orang Tewas

17 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan drone milik Rusia menghantam pusat perbelanjaan atau mal di Ukraina timur, Jumat (21/8). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang.

Serangan tersebut terjadi di Kryvyi Rig, kota kelahiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Insiden serangan ini terjadi di tengah langkah Rusia yang makin gencar membombardir kota-kota di Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

"Sebuah kekejaman yang tak termaafkan dari pihak Rusia. Mereka benar-benar monster. Kami pasti akan membalasnya," kata Zelensky dalam sebuah video yang diposting di X, melansir AFP, Jumat (21/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Dalam Negeri Ivan Vygivsky menyampaikan bahwa empat orang lainnya, termasuk tiga anak di bawah, tewas di dalam serangan terpisah di wilayah Mykolaiv bagian selatan.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan para petugas penyelamat bergegas menolong para korban luka di jalanan sekitar lokasi, sementara asap tebal membubung dari bangunan Kryvyi Rig tersebut.

Sekitar setengah jam setelah ledakan pertama, drone kedua kembali menghantam bagian atap gedung. Zelensky menyebut serangan susulan sengaja menargetkan para petugas tanggap darurat.

Layanan darurat Ukraina awalnya melaporkan korban tewas sebanyak 15 orang dan 130 orang luka-luka, yang 23 di antaranya merupakan anak-anak.

Namun, Kepala Administrasi Militer Wilayah Dnipropetrovsk Oleksandr Ganzha, belakangan mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan itu bertambah menjadi 16 orang.

Kryvyi Rig merupakan kota industri yang berjarak sekitar 60 kilometer dari garis depan pertempuran dan telah berulang kali menjadi sasaran serangan Rusia sepanjang peperangan.

PBB melaporkan angka kematian warga sipil pada tahun 2026 melonjak ke level tertinggi sejak bulan-bulan awal perang meletus.

Pertemuan negara sekutu

Para sekutu Ukraina dijadwalkan bertemu pada hari Senin untuk mempertegas kembali dukungan mereka bagi Kiev, bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Ukraina.

Pertemuan koalisi negara pendukung ini akan dipimpin bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang hadir via panggilan video, Canselor Jerman Friedrich Merz, serta Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham.

Menurut pejabat Uni Eropa, sekitar 10 pemimpin negara, termasuk Ketua Dewan Eropa Antonio Costa, akan hadir langsung di Kyiv untuk mengikuti pertemuan tersebut. Zelensky mendesak respons tegas dari para sekutu Ukraina.

"Dunia harus merespons mereka dengan tindakan nyata, yakni dengan memberikan tekanan sungguh-sungguh kepada pihak agresor. Agar perdamaian bisa terwujud, Rusia harus dimintai pertanggungjawaban yang nyata," ujarnya.

Zelensky juga mengungkapkan di X bahwa ia telah melakukan pembicaraan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Jumat untuk memberikan laporan terkini mengenai serangan Rusia dan jatuhnya korban dari kalangan sipil.

Diplomat tertinggi Uni Eropa Kaja Kallas mengecam serangan tersebut sebagai "teror yang terencana" dan mengancam akan menjatuhkan daftar sanksi paling berat terhadap Rusia.

"Serangan Rusia ke pusat perbelanjaan di Kryvyi Rig menunjukkan betapa kejam dan tanpa nuraninya perang yang dilancarkan Moskow," tulis Kaja Kallas di X.

Ia menilai bahwa Moskow ingin membuat kota-kota di Ukraina tidak lagi layak huni.

Kiev terus meminta bantuan tambahan dari para sekutunya seiring meningkatnya intensitas serangan Rusia. Pasalnya, pasukan Ukraina kewalahan, terutama dalam mengintersepsi rentetan rudal balistik.

Di sisi lain, Ukraina juga meningkatkan serangan balasan ke wilayah Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini dilakukan untuk menekan Moskow agar mau duduk di meja perundingan guna mengakhiri konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Namun, berbagai upaya diplomatik sejauh ini gagal membawa kedua pihak menuju kesepakatan, sebab Rusia menuntut konsesi wilayah dan politik yang sangat besar dari Kiev.

Zelensky tegas menolak tuntutan tersebut karena menganggapnya sama saja dengan menyerah kalah, yang justru akan membuat negaranya semakin rentan terhadap serangan Rusia di masa mendatang.

(dmi)

placeholder

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |