Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan kemitraan ekonomi yang kuat antara negara-negara ASEAN dengan China harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Sugiono menyebut kerja sama ekonomi tersebut harus semakin diarahkan demi memperkuat ketahanan dan menjaga stabilitas kawasan, di tengah situasi global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besarnya skala hubungan kedua pihak perlu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, ketangguhan rantai pasok, dan kemampuan kawasan menghadapi berbagai guncangan," kata Sugiono dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan China di Manila, Filipina, Rabu (22/7).
RI juga mendorong Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) semakin memperkuat integrasi ekonomi yang praktis dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Kekuatan ekonomi kawasan tidak hanya diukur dari besarnya nilai perdagangan, tapi juga dari sejauh mana manfaatnya menjangkau masyarakat dan pelaku usaha di luar pusat-pusat pertumbuhan," imbuh Sugiono, dalam rilis Kemlu RI.
Selain perkuat perdagangan, RI juga mendorong agar kemitraan China dan ASEAN juga mampu melindungi kawasan dari dampak kondisi global. Menurut Sugiono, di tengah rivalitas yang meningkat, Sentralitas ASEAN peru jadi landasan stabilitas kawasan.
Sugiono menyebut pendekatan ini juga harus tercermin dalam kerja sama maritim, terlebih perairan kawasan adalah jalur utama perdagangan, konektivitas masyarakat, serta ketahanan energi dan pangan.
"Dalam kaitan ini, RI kembali mendorong penyelesaian Code of Conduct (CoC) di Laut Tiongkol Selatan yang efektif dan substantif pada tahun ini, serta berlandaskan hukum internasional khususnya UNCLOS 1982," ujar Sugiono.
Tahun ini menandai 35 tahun Hubungan Kemitraan Wicara ASEAN-China. Pada 2024, nilai perdagangan ASEAN-China mencapai USD 772,4 miliar atau sekitar seperlima dari total perdagangan ASEAN.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
3















































