Sugiono Kutuk Israel Langsung di Hadapan Menlu Israel saat Rapat PBB

7 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengutuk Israel secara terbuka dan secara langsung, di hadapan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.

Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) di New York pada Rabu (18/2), Menlu Sugiono mengutuk pendudukan ilegal terbaru Israel di Tepi Barat secara sepihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia mengecam keras aksi tersebut," demikian pernyataan Sugiono, di hadapan forum tersebut.

"Mereka (Israel) tidak memiliki legitimasi di bawah hukum internasional dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," imbuh Sugiono.

Ia juga menegaskan bahwa status historis dan hukum wilayah Palestina tidak dapat diubah oleh langkah sepihak, apalagi oleh pihak yang tidak memiliki kedaulatan atas wilayah tersebut.

Sugiono menyatakan ulah Israel sama saja menghambat terciptanya perdamaian di Gaza. Dia juga mengatakan tidak ada kebenaran dan tidak boleh ada pembenaran atas tindakan sepihak Israel atas Tepi Barat.

"Dalam hal ini, mereka (Israel) secara sistematis mengerdilkan ruang untuk perdamaian," ujarnya.

Pada kesempatan itu, RI juga kembali mempertanyakan komitmen Israel selama ini dalam upaya mencapai perdamaian dengan Palestina.

"Ya itu yang kita tanyakan (ke Israel) seberapa ingin sebenarnya perdamaian terjadi. Seberapa ingin mereka dengan solusi dua negara yang kita yakini merupakan satu-satunya solusi untuk bisa menyelesaikan situasi di sana," kata Sugiono usai pertemuan berlangsung pada Rabu (18/2).

"Dan juga seberapa ingin mereka mengikuti aturan dan hukum internasional, piagam PBB, dan resolusi yang pernah dikeluarkan," paparnya menambahkan ketika ditanya wartawan soal pandangan Indonesia terhadap komitmen Israel selama ini terkait upaya perdamaian.

Sugiono menuturkan dalam rapat DK PBB yang memang fokus membicarakan Palestina itu,Indonesia dan negara lain turut membahas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Gaza selama gencatan senjata antara Israel dan Hamas berlangsung Oktober lalu hingga memakan korban jiwa.

Hal ini, tutur Sugiono, turut mengganggu progres gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Langkah seenaknya Israel itu muncul beberapa hari sebelum rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Donald Trump di Washington pada hari ini, Kamis (19/2).

BoP digagas Trump sebagai badan internasional yang nantinya mengawasi dan membantu rekonstruksi serta pemulihan Jalur Gaza selepas diagresi brutal oleh Israel sejak Oktober 2023 lalu.

(dna)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |