Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali dikabarkan bersitegang menyusul perbedaan kepentingan dalam menghadapi perang dengan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.
Presiden Trump terus berupaya menggiring Iran menyepakati kesepakatan demi mengakhiri perang yang tampaknya tak sejalan dengan rencana, sementara Netanyahu masih terus ingin berperang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan pandangan ini bahkan sampai memicu Trump habis kesabaran. Axios melaporkan Trump sempat memarahi Netanyahu hingga mengeluarkan kata-kata kasar saat bertelepon pada Senin (1/6).
Trump dilaporkan melontarkan omelan penuh makian kepada Netanyahu lewat sambungan telepon terkait ancaman Israel yang ingin membombardir ibu kota Lebanon, Beirut.
Ancaman itu dilontarkan Netanyahu kala AS dan Iran masih dalam perundingan mengakhiri perang. Teheran menjadikan gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan sekutunya, milisi Hizbullah, sebagai salah satu syarat perundingan bisa maju.
Menurut Axios dan ABC News, Trump cemas langkah Netanyahu akan merusak pembicaraan dengan Teheran.
"Kalau bukan karena saya, Anda sudah dipenjara!" ucap Trump ke Netanyahu seperti dikutip seorang pejabat AS yang mengetahui percakapam keduanya.
"Anda benar-benar gila (you are fucking crazy). Anda pasti sudah dipenjara kalau bukan karena saya. Saya sedang menyelamatkan Anda. Semua orang membenci Anda sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini," demikian kutipan Axios terkait teriakan Trump kepada Netanyahu selama telepon berlangsung.
Media Israel membantah laporan percakapan tersebut. Sementara itu,
Seorang pejabat Gedung Putih mengarahkan AFP pada unggahan Trump di Truth Social pada Senin ketika diminta mengonfirmasi laporan Axios ini dan dimintai komentar mengenai hubungan Trump dengan Netanyahu.
Dalam unggahannya, Trump berterima kasih kepada Netanyahu atas apa yang disebutnya sebagai kesepakatan untuk menarik pasukan dari Beirut dan "menghentikan penembakan" dengan Hezbollah.
Sementara itu, Iran dilaporkan sempat menghentikan pembicaraan damai akibat serangan Israel ke Lebanon.
Namun, para analis menilai ini bukan pertama kalinya hubungan keduanya memburuk, dan kemungkinan juga bukan yang terakhir.
"Ketegangan pribadi antara Netanyahu dan presiden-presiden AS bukan hal baru," ujar mantan duta besar AS untuk Israel, Dan Shapiro, yang kini menjadi distinguished fellow di Atlantic Council, kepada AFP.
"Faktanya, ia punya rekam jejak selalu mencapai titik frustrasi dengan setiap presiden AS yang pernah bekerja dengannya."
(rds)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
5
















































