Jakarta, CNN Indonesia --
Israel nyaris melancarkan serangan terhadap Iran sebanyak dua kali dalam beberapa pekan terakhir ketika ketegangan di kawasan semakin panas.
Dalam wawancara dengan radio 103FM pada Senin (12/1), Kepala Direktorat Intelijen Militer Israel, Tamir Hayman, mengatakan Israel nyaris menyerang Iran dua kali akibat salah perhitungan kedua pihak dan kekhawatiran akan operasi kejutan dari Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hayman, persiapan militer Iran menciptakan "keharusan koordinasi" antara Israel dan Amerika Serikat. Ia mengatakan, eskalasi yang nyaris terjadi belakangan ini merupakan dampak dari risiko salah hitung, yang pada gilirannya justru memperkuat kerja sama militer antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan militer AS.
Dikutip Jerusalem Post, Hayman menambahkan langkah-langkah AS terkait Iran sebenarnya sudah berjalan, dan tindakan lanjutan dapat berkisar dari operasi informasi dan pengaruh, serangan siber, operasi khusus, hingga perang terbuka. Itu semua, paparnya, bergantung pada perkembangan situasi.
Saat ditanya soal kemungkinan perubahan kepemimpinan di Iran, Hayman menyebut skenario yang sebelumnya dianggap tidak mungkin kini dapat terjadi.
Skenario itu mencakup retorika nasionalis yang menguat hingga perubahan yang lebih besar, seperti periode revolusioner berkepanjangan yang dipimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berpotensi melahirkan pemimpin sementara di bawah kediktatoran militer.
Hayman mengatakan selama Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih berkuasa, serangan skala penuh terhadap Israel kecil kemungkinannya, mengingat gaya kepemimpinannya yang dikenal berhati-hati.
Namun, jika muncul pemimpin yang lebih berani dengan dukungan IRGC, kalkulasi strategis bisa berubah.
Hayman mengatakan setiap respons Israel akan bergantung pada skala dan sifat tindakan AS. Ia menambahkan bahwa Iran telah sepenuhnya memulihkan jalur produksi misilnya sejak perang Israel-Iran, namun belum meningkatkan kapasitasnya sesuai rencana awal.
Teheran, katanya, kini mencari bantuan China untuk memperluas kapasitas produksi.
(rds)

12 hours ago
9














































