Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait tarif perdagangan Presiden Donald Trump menunjukkan ada supremasi hukum dan penyeimbang kekuasaan dalam demokrasi.
Hal itu disampaikannya merespons putusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan tarif yang dikenakan oleh Donald Trump berdasarkan undang-undang darurat ekonomi adalah ilegal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak buruk memiliki Mahkamah Agung dan oleh karena itu, supremasi hukum," kata Macron melansir Reuters, Sabtu (21/2)
"Adalah baik untuk memiliki kekuasaan dan penyeimbang kekuasaan dalam demokrasi," imbuh dia.
Macron mengatakan Prancis akan mempertimbangkan konsekuensi dari tarif global baru 10 persen yang diumumkan Trump dan akan beradaptasi.
Ia menyebut negaranya ingin terus mengekspor produknya, termasuk barang pertanian, produk mewah, fesyen, dan aeronautika.
Menurutnya, diperlukan sikap tenang dalam menyikapi situasi tersebut dan aturan yang paling adil adalah "timbal balik" bukan "menjadi subjek keputusan sepihak".
Hubungan Macron dan Trump diwarnai perselisihan dan saling kritik soal kebijakan perdagangan dan diplomatik.
Pada Januari lalu, Trump bahkan pernah mengancam akan menaikkan tarif impor untuk Prancis hingga 200 persen jika mereka menolak bergabung menjadi Dewan Perdamaian Gaza.
Terbaru, Trump mengumumkan tarif dagang global sebesar 10 persen usai tarif darurat yang diusung sebelumnya ditolak Mahkamah Agung AS.
Melansir CNN, Mahkamah Agung AS menyatakan menentang salah satu agenda ekonomi Trump terkait tarif bea darurat. Lembaga hukum tersebut memutuskan Presiden AS telah melampaui kewenangannya saat memberlakukan tarif global secara sepihak.
Sebelumnya Trump menggunakan undang-undang International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) untuk mengklaim otoritas darurat dalam memberlakukan tarif global yang luas.
Hal tersebut membuat Trump 'patah hati' dan menyampaikan kekecewaannya terhadap Mahkamah Agung AS. Trump menyebut keputusan Mahkamah Agung AS "sangat mengecewakan", hingga akhirnya dia mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen pada impor global AS.
(yoa/rds)

9 hours ago
8

















































